This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Langkah Praktis Mengembangkan Ide Pokok Menjadi Paragraf

 Kompetensi:

Sekolah : Sekolah Dasar

Kelas : 5 (lima)

Tema : 1. Organ Gerak Manusia dan Hewan 

Subtema : 1. Organ Gerak Hewan

KD : 4.1 Menyajikan hasil identifikasi pokok pikiran dalam teks tulis dan lisan secara lisan, tulis, dan visual


Kalian sudah membaca teks bacaan “Organ Gerak Hewan dan Manusia” di buku tema.
Dapatkah kalian menulis sebuah paragraf?
Kalian dapat mulai belajar menulis dengan mengembangkan ide pokok menjadi sebuah paragraf
Mari kita pelajari Bersama!

Beberapa hal yang perlu kita ingat sebelum mulai mengembangkan ide pokok.


Sebuah paragraf tersusun atas satu kalimat utama dan beberapa kalimat pejelas. Ada pendapat yang mengatakan, satu kalimat setidaknya tersusun atas 3 kalimat. Kalimat utama adalah kalimat yang menggandung ide pokok. Kaliamt lain dalam paragraf yang isinya menjelaskan isi kalimat utama disebut kalimat penjelas. 
Ide pokok atau gagasan utama adalah ide dasar yang mendasari penyusunan sebuah paragraf. Dalam sebuah paragraf hanya ada satu ide pokok. ide lain dalam paragraf yang menjelaskan ide pokok disebut ide pendukung atau ide penjelas. 
Ada beberapa hal yang dapat membedakan kalimat utama dan kalimat penjelas. 

Ciri-ciri kalimat utama:
  • Kalimat utama bersifat umum
  • Kalimat otonom/ berdiri sendiri
  • Isinya dideskripsikan atau menjelaskan pada kalimat penjelas

Ciri-ciri kalimat penjelas:
  • Kalimat penjelas bersifat khusus.
  • Kalimat tidak otonom/ berdiri sendiri
  • Merupakan pendukung gagasan pokok/kalimat utama
  • Mendeskripsikan atau menjelaskan isi kalimat utama
  • Biasanya memiliki konjungsi atau kata-kata sambung antar kalimat.
  • Kalimat penjelas biasanya berupa data, fakta, contoh, opini, dan sebagainya.
  • Ada kaitannya dengan kalimat sebelumnya.
Langkah menyusun ide pokok
Langkah praktis dalam menyusn sebuah ide pokok dapat dilihat pada diagram di bawah ini:

Langkah menyusun paragraf
Langkah praktis menyusun paragraf


Langkah praktis menyusun paragraf adalah:
  1. Temukan minimal 3 benda/ kata sifat yang berkaitan dengan ide pokok (3 Kata tersebut lah yang menjadi ide penjelas atau ide pengembang).
  2. Kembangkan setiap kata  menjadi sebuah kalimat >> kalimat-kalimat tersebut menjadi kalimat pengembang pada paragraf.
  3. Rangkailah  kalimat-kalimat kalian agar susunannya rapi dan enak dibaca
  4. Jika perlu tambahkan kata atau kalimat penghubung, agar  paragraf lebih enak dibaca dan mudah dipahami
 Agar lebih memahami bagaimana menyusun sebuah paragraf, simak penjelasan dan contoh-contoh pada video berikut:

Dalam video di atas, diberikan beberapa contoh, bagaimana menyusun paragraf yang kalimat utamanya ada di bagian awal paragraf. Paragraf seperti itu disebut paragraf deduktif. Berdsarkan letak kalimat utamanya, selain paragraf deduktif, ada juga paragraf induktif dan paragraf campuran. Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya ada di akhir , sedangkan paragraf campuran, adalah paragfra yang kalimat utamanya di awal dan di akhir (diulang).

Simak penjelasan bagaimana menyusun induktif dan campuran dalam video berikut:

 



Mengenal Teks Ekplanasi dan Ciri-ciri Langkah Menulisnya

Tema                    :  6. Panas dan Perpindahannya 

Kelas/Semester :  5 SD/ 2 

Mupel                   : Bahasa Indonesia


Pengertian Teks Eksplanasi

Pernahkah kalian mendengar istilah teks eksplanasi?

Teks Eksplanasi atau teks pejelasan adalah teks yang berisi informasi tentang proses bagaimana suatu kejadian bisa terjadi. Tujuan teks ekplanasi adalah untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya agar pembaca memahami fenomena/ masalah yang dibahas.


Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Susunan/ struktur teks ekplanasi mempunyai ciri yang membedakan dengan jenis teks yang lain. Ciri-ciri Khusus Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:

  • Struktur terdiri atas pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
  • Memuat informasi berdasarkan fakta.
  • Memuat informasi yang bersifat ilmiah (terkait dengan ilmu pengetahuan).


Selain strukturnya, dari segi bahasa, teks eksplanasi juga dapat dibedakan dari jenis teks lainnya. Ciri-ciri kebahasaan eeks eksplanasi adalah:

  • Fokus pada hal umum;
  • Menggunakan istilah ilmiah;
  • Lebih banyak menggunakan kata kerja aktif;
  • Menggunakan kata hubung penunjuk waktu dan sebab-akibat, seperti: jika, bila, sehingga, sebelum, setelah;
  • Menggunakan kalimat pasif;
  • terdapat interpretasi (kesimpulan tentang topik dan proses yang telah dijelaskan).

Contoh teks eksplanasi:

Di sekitar kita sering terjadi berbagai persitiwa. Kita bisa mengamati dan menceritakan kembali peristiwa-peristiwa tersebut melalui teks eksplanasi. Kita bisa menulis teks eksplanasi dari pertanyaan ”mengapa” dan “bagaimana” peristiwa tersebut bisa terjadi. Dari kedua pertanyaan tersebut, kita bisa menuangkan informasi mengenai peristiwa yang akan diceritakan dengan runtut dan apik. Berikut adalah salah satu contoh teks eksplanasi mengenai banjir:

Contoh teks eksplanasi

Langkah Menulis Teks Eksplanasi

Nah, setelah membaca contoh teks eksplanasi di atas, kalian bisa belajar menulis teks eksplanasi. Langkah dalam menulis teks eksplanasi adalah:

  • Menentukan peristiwa, kejadian, atau fenomena yang akan dijelaskan.
  • Mencari informasi yang terkait dengan fenomena yang akan dijelaskan (kalian dapat memulai dengan pertanyaan "Mengapa peristiwa itu bisa terjadi?" dan "Bagaimana peristiwa tersebut terjadi?").
  • Membuat kerangka tulisan.
  • Mengembangkan kerangka tulisan.
  • Merevisian atau mengecek dan memperbaiki tulisan yang telah dibuat.

Itu tadi penjelasan mengenai pengertian, ciri, dan langkah menulis teks eksplanasi. Banyak-banyak lah membaca, agar pengetahuan kalian semakin bertambah, jadi akan memberi kemudahan saat kalian akan mulai menulis. Jangan lupa untuk banyak berlatih agar kalian semakin terampil menulis. Ingat juga untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk menambah pengettahuan kalian mengenai kata-kata baku, kalian bisa mempelajari Kamus Bahasa Indonesia atau mengunjungi laman  mengunjungi laman berikut https://kbbi.kemdikbud.go.id/ . 

Mengembangkan Ide Pokok Menjadi Paragraf


Masihkah kalian ingat, apa itu ide pokok?
Ide pokok merupakan  masalah utama yang di bahas dalam sebuah paragraf. Oleh karena itu, saat kita akan menulis sebuah paragraf, kita harus memulainya dengan menentukan ide pokok. Lantas bagaimana jika kita diminta menulis sebuah paragraf dari sebuah ide pokok?
Langkah-langkah praktis di bawah ini mungkin akan memudahkan kalian. Baca dan ikuti langkah-langkahnya ya!
Temukan/ tulis setidaknya 3 kata benda dan atau kata sifat yang berkaitan dengan ide pokok yang harus kalian kembangkan.
Mengapa 3? Karena sebuah paragraf yang baik setidaknya terdiri atas tiga kalimat. 
Contoh:

Kembangkan setiap kata  yang sudah kalian tulis menjadi sebuah kalimat.
Contoh:

Rangkailah  kalimat-kalimat kalian agar susunannya rapi dan enak dibaca.
Contoh:

Jika perlu tambahkan kata atau kalimat penghubung, agar  paragraf yang kita buat lebih enak dibaca dan mudah difahami.

Nah, sekarang paragraf kita sudah jadi.

Jika kalian belum memahami materi di atas, coba simak penjelasan lebih lanjut dalam video berikut!



Cara Menentukan Ide Pokok


Sebelumnya kita sudah belajar bagaimana menentukan kalimat utama. Kalian masih ingat, apa itu kalimat utama?'
Ya! Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok. Kali ini kita akan belajar bagaimana menentukan ide pokok.
Langkah-langkah dalam menentukan ide pokok adalah sebagai berikut:


1.  Bacalah seluruh paragraf dengan cermat, jika perlu ulangi beberapa kali agar kalian memahami isinya.
2.  Baca kembali kalimat pertama dan ke dua dalam paragraf!
Perhatikan apakah sebagian kata dalam kalimat pertama dirinci kembali/ diulang pada kalimat yang ke-2?
> Apakah ada kata rujukan seperti kata “ini”, “itu”, atau “tersebut”.
> Apakah terdapat kata ganti orang seperti kata “ia”, “dia”, “mereka”, “-nya”, “itu”, atau “tersebut”
> Jika iya, berarti kalimat pertama merupakan kalimat utama.
Contoh:
Perhatikan paragraf di bawah ini!
Gambar ilustrasi merupakan penggambaran dari sebuah teks. Tujuan ilustrasi adalah untuk memperjelas, memperindah, dan menerangkan isi atau informasi dari sebuah bacaan. Objek gambar ilustrasi dapat berupa gambar manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan serta benda-benda yang ada di sekitar kita. Objek gambar ini harus disesuaikan dengan isi atau bacaan.

Pada paragraf di atas, Jika kita perhatikan kalimat ke-2, kita akan menemukan pengulangan beberapa kata dari kalimat pertama. Kata-kata yang diulang adalah kata “ilustrasi”, dan kata “teks” juga diulang, tapi dalam bentuk sinonimnya, yaitu kata “bacaan”. Melihat kedua ciri tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kalimat utama paragraf di atas terletak di awal paragraf, atau kalimat yang pertama.

3.    Jika kalimat pertama bukan kalimat utama, perhatikan apakah pada kalimat terakhir berisi kesimpulan dari kalimat-kalimat sebelumnya. Kalimat simpulan biasanya ditandai dengan kata “oleh karena itu”, “oleh sebab itu”, “dengan demikian” “jadi”, atau “bahkan”.
Contoh:
Perhatikan paragraf di bawah ini!
Kelinci menggunakan tulang dan ototnya untuk berjalan dan melompat. Ular memanfaatkan organ geraknya untuk merayap di tanah atau memanjat pohon. Ikan menggunakan siripnya untuk berenang. Burung juga dapat terbang berkat organ geraknya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa organ gerak hewan memiliki beragam fungsi.

Pada paragraf di atas, kalimat terakhir berisi kesimpulan. Adanya kesimpulan ditandai dengan kata “dengan demikian”.

4.    Menemukan kata kunci dalam kalimat utama;
5.    Jika bisa, ringkas kalimat utama menjadi beberapa kata saja dengan merangkai kata-kata kunci dalam sebuah kaliamt singkat.


Jika kalian belum memahami bagaimana menentukan ide pokok, barangkali video di bawah ini bisa membantu.








Kalimat Utama dan Cirinya



Kalimat Utama dan Cirinya
Kalimat Utama dan Cirinya

  • Sebuah bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf
  • Sebuah paragraf terdiri atas beberapa kalimat, tapi masih berisi satu ide pokok
  • Ide pokok adalah ide/ gagasan utama yang menjadi pokok pengembangan paragraf.
  • Setiap satu paragraf hanya ada satu ide pokok.
  • Ide pokok terdapat di kalimat utama
  • Kalimat utama adalah kalimat yang berisi pokok pikiran utama atau ide pokok
  • Kalimat utama sering kali ada di awal paragraf, tetapi bisa juga berada di akhir, atau ditengah, dan terkadang juga muncul bersamaan di awal dan akhir paragraf.
  • Kalimat lain dalam paragraf yang bukan kalimat utama disebut kalimat penjelas.
  • Sebuah paragraf yang ide pokoknya berada di awal disebut paragraf deduktif, sedangkan bila ide pokoknya berada di akhir paragraf disebut paragraf induktif. Selain paragraf deduktif dan paragraf induktif ada juga yang disebut paragraf campuran. Paragraf campuran merupakan sebuah paragraf yang memiliki setidaknya dua ide pokok, yaitu berada di awal dan akhir.
  • Ø  Ciri-ciri kalimat utama:


1.    Dapat berdiri sendiri, tanpa kalimat lain sudah jelas maknanya
Contoh:
Perhatikan 2 kalimat berikut:
a)    Organ gerak pada hewan dan manusia memiliki kesamaan.
b)    Serambi itu terbuka sehingga pemandangannya sangat luas.

Saat membaca kalimat (a) kita bisa mengerti maknanya, meskipun tidak dijelaskan kalimat lain. Sebaliknya, pada kalimat (b) terdapat kata “itu” yang akan membuat pembaca bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan kata “itu”. Agar pembaca dapat mengerti, kalimat (b) perlu dijelaskan dengan kalimat lainnya bukan?

2.    Sebagian kata dalam kalimat utama diulangi atau dijelaskan di kalimat lainnya.
Contoh:
Organ gerak manusia dan hewan memiliki kesamaan. Baik hewan maupun manusia dapat bergerak karena memiliki otot dan tulang. Otot disebut organ gerak aktif karena pada saat makhluk hidup bergerak, ototlah yang menggerakkan tulang. Tulang disebut alat gerak pasif, karena tulang tidak dapat bergerak tanpa otot yang menggerakannya.

Pada contoh paragraf di atas, sebagian kata pada kalimat pertama diulangi di kalimat ke 2, jadi kemungkinan besar kalimat pertama dalam paragraf tersebut adalah kalimat utama.

3.    Jika kalimat utama berada di akhir paragraf biasanya didahului dengan kata “oleh karena itu”, “oleh sebab itu”, “jadi” atau “dengan demikian”.

Apakah materi di atas sudah cukup jelas? Jika belum, cobalah untuk melihat penjelasan dalam video berikut ini!


Setelah membaca materi di atas, cobalah untuk mengerjakan soal latihan di bawah ini!

Kalimat Efektif - Pengertian dan Contohnya


Selain dapat memahami isi dan menentuka ide pokok sebuah teks bacaan, di kelas 5, siswa sekolah dasar juga diharapkan dapat menyajikan hasil identifikasi pokok pikiran dalam teks tulis dan lisan secara lisan, tulis, dan visual. Agar dapat melakukan hal tersebut, kalian tentu kalian perlu tahu bagaimana menulis kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat atau susunan kata yang mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Dalam Bahasa Indonesia, kaidah kebahasaan yang benar adalah yang sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Kalimat efektif harus memenuhi  beberapa syarat. Setidaknya ada empat syarat agar sebuah kalimat dikatakan efektif. Syarat-syarat tersebut adalah:

Kelas          : V (lima)
Semester : 1 (satu)
Tema         : 1. Organ Gerak Manusia dan Hewan
1. Sesuai PUEBI
Kata-kata yang ada dalam kalimat kalimat efektif haruslah menggunakan ejaan maupun tanda baca yang benar. Cara penulisan kata yang benar, sesuai PUEBI disebut kata baku. Ketika kamu akan menulis sebuah kalimat, tata cara penulisan yang baku harus kamu perhatikan. Janggan sampai kata yang kamu tulis ternyata tidak tepat ejaannya.
Contoh kalimat yang mengandung kata yang ejaanya tidak baku adalah sebagi berikut:
Pada jaman dahulu, wilayah NKRI dikenal dengan sebutan Nusantara.
Pada contoh di atas, kata "jaman" penulisannya tidak sesuai PUEBI. Penulisan yang benar dari kata tersebut adalah "zaman". Oleh karena itu, kalimat tersebut seharusnya ditulis sebagai berikut:
Pada zaman dahulu, wilayah NKRI dikenal dengan sebutan Nusantara.
Untuk mengetahui apakah penulisan sebuah kata susah sesuai dengan PUEBI, kalian bisa melihatnya dalam kamus bahasa Indonesia. Selain kamus dalam bentuk cetak, kalian juga bisa mengakses Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, yang dapat kalian akses pada laman dengan alamat https://kbbi.kemdikbud.go.id/Cari/Index. 


Laman KBBI daring

Pada laman tersebut, kalian tinggal menuliskan kata yang ingin kalian ketahui pada kolom yang disediakan, kemudian klik tombol enter, atau klik tombol berwarna biru, dengan lambang kaca pembesar.

2. Sistematis

Sistematis artinya memakai sistem, atau diatur dengan cara yang baik-baik. Kata-kata dalam kalimat efektif harus diatur dengan baik. Kalimat efektif juga perlu memiliki unsur utama sebuah kalimat. Unsur utama tersebut adalah subjek dan predikat. Agar informasi yang kalian tulis lebih lengkap, setelah subyek dan predikat tambahkan objek, dan kemudian keterangan. Sebisa mungkin buatlah kalimat yang urutannya SPOK (S=Subjek ; P=Predikat; O=Objek; K=Keterangan), sehingga tidak memusingkan. 
Contoh kalimat dengan pola yang sistematis, dengan susunan SPOK adalah:
Andi   mengamati   kelinci   di rumah Pak Husain
                S             P                        O                             K 

Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini!
Andi di rumah Pak Husain mengamati kelinci.
Kalimat mana yang menurut kalian lebih mudah dipahami? Lebih mudah untuk memahami kalimat yang pertama bukan?

3. Tidak Boros dan Bertele-tele

Saat menyusun kalimat, jangan sampai kalimat yang kalian buat terlalu banyak menghambur-hamburkan kata dan terkesan bertele-tele. Jangan menggunakan dua kata atau lebih yang memiliki makna sama dalam satu kalimat. Pastikan susunan kalimat yang kalian buat ringkas agar orang lain lebih mudah menangkap gagasan yang kalian sampaikan.
Contoh kaliamt yang boros adalah:
Indonesia merupakan negara yang sangat kaya sekali akan keragaman budaya.
Pada kalimat di atas, kata "sangat" dan sekali memiliki makna dan fungsi yang sama. Seharusnya pilih salah satu dari kedua kata tersebut saja. Agar lebih efektif, kalimat diatas dapat kita ringkas menjadi:
 Indonesia merupakan negara yang sangat kaya keragaman budaya.

4. Tidak Ambigu

Syarat kalimat efektif yang lain, adalah tidak ambigu. Kata atau kaliamt yang ambigu adalah kata atau kalimat yang dapat menyebabkan pembaca/pendengar yang satu dengan lainnya menafsirkan kalimat/kata tersebut dengan berbeda.
Perhatikan dua contoh kalimat di bawah ini!
(1)Kepada pembicara waktu dan tempat dipersilakan. (kalimat tidak fektif)
(2)Kepada pembicara waktu dan tempat disediakan. (kalimat efektif)
Saat membaca kalimat pertama, seseorang dapat mengartikan bahwa yang dipersilakan adalah "waktu dan tempat ", padahal seharusnya yang dipersilakan adalah "pembicara". Kalimat yang tidak efektif seperti itu dapat menimbulkan orang salah menafsirkan bukan?