Kalimat Efektif - Pengertian dan Contohnya


Selain dapat memahami isi dan menentuka ide pokok sebuah teks bacaan, di kelas 5, siswa sekolah dasar juga diharapkan dapat menyajikan hasil identifikasi pokok pikiran dalam teks tulis dan lisan secara lisan, tulis, dan visual. Agar dapat melakukan hal tersebut, kalian tentu kalian perlu tahu bagaimana menulis kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat atau susunan kata yang mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Dalam Bahasa Indonesia, kaidah kebahasaan yang benar adalah yang sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Kalimat efektif harus memenuhi  beberapa syarat. Setidaknya ada empat syarat agar sebuah kalimat dikatakan efektif. Syarat-syarat tersebut adalah:

Kelas          : V (lima)
Semester : 1 (satu)
Tema         : 1. Organ Gerak Manusia dan Hewan
1. Sesuai PUEBI
Kata-kata yang ada dalam kalimat kalimat efektif haruslah menggunakan ejaan maupun tanda baca yang benar. Cara penulisan kata yang benar, sesuai PUEBI disebut kata baku. Ketika kamu akan menulis sebuah kalimat, tata cara penulisan yang baku harus kamu perhatikan. Janggan sampai kata yang kamu tulis ternyata tidak tepat ejaannya.
Contoh kalimat yang mengandung kata yang ejaanya tidak baku adalah sebagi berikut:
Pada jaman dahulu, wilayah NKRI dikenal dengan sebutan Nusantara.
Pada contoh di atas, kata "jaman" penulisannya tidak sesuai PUEBI. Penulisan yang benar dari kata tersebut adalah "zaman". Oleh karena itu, kalimat tersebut seharusnya ditulis sebagai berikut:
Pada zaman dahulu, wilayah NKRI dikenal dengan sebutan Nusantara.
Untuk mengetahui apakah penulisan sebuah kata susah sesuai dengan PUEBI, kalian bisa melihatnya dalam kamus bahasa Indonesia. Selain kamus dalam bentuk cetak, kalian juga bisa mengakses Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, yang dapat kalian akses pada laman dengan alamat https://kbbi.kemdikbud.go.id/Cari/Index


Laman KBBI daring

Pada laman tersebut, kalian tinggal menuliskan kata yang ingin kalian ketahui pada kolom yang disediakan, kemudian klik tombol enter, atau klik tombol berwarna biru, dengan lambang kaca pembesar.

2. Sistematis

Sistematis artinya memakai sistem, atau diatur dengan cara yang baik-baik. Kata-kata dalam kalimat efektif harus diatur dengan baik. Kalimat efektif juga perlu memiliki unsur utama sebuah kalimat. Unsur utama tersebut adalah subjek dan predikat. Agar informasi yang kalian tulis lebih lengkap, setelah subyek dan predikat tambahkan objek, dan kemudian keterangan. Sebisa mungkin buatlah kalimat yang urutannya SPOK (S=Subjek ; P=Predikat; O=Objek; K=Keterangan), sehingga tidak memusingkan. 
Contoh kalimat dengan pola yang sistematis, dengan susunan SPOK adalah:
Andi   mengamati   kelinci   di rumah Pak Husain
                S             P                        O                             K 

Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini!
Andi di rumah Pak Husain mengamati kelinci.
Kalimat mana yang menurut kalian lebih mudah dipahami? Lebih mudah untuk memahami kalimat yang pertama bukan?

3. Tidak Boros dan Bertele-tele

Saat menyusun kalimat, jangan sampai kalimat yang kalian buat terlalu banyak menghambur-hamburkan kata dan terkesan bertele-tele. Jangan menggunakan dua kata atau lebih yang memiliki makna sama dalam satu kalimat. Pastikan susunan kalimat yang kalian buat ringkas agar orang lain lebih mudah menangkap gagasan yang kalian sampaikan.
Contoh kaliamt yang boros adalah:
Indonesia merupakan negara yang sangat kaya sekali akan keragaman budaya.
Pada kalimat di atas, kata "sangat" dan sekali memiliki makna dan fungsi yang sama. Seharusnya pilih salah satu dari kedua kata tersebut saja. Agar lebih efektif, kalimat diatas dapat kita ringkas menjadi:
 Indonesia merupakan negara yang sangat kaya keragaman budaya.

4. Tidak Ambigu

Syarat kalimat efektif yang lain, adalah tidak ambigu. Kata atau kaliamt yang ambigu adalah kata atau kalimat yang dapat menyebabkan pembaca/pendengar yang satu dengan lainnya menafsirkan kalimat/kata tersebut dengan berbeda.
Perhatikan dua contoh kalimat di bawah ini!
(1)Kepada pembicara waktu dan tempat dipersilakan. (kalimat tidak fektif)
(2)Kepada pembicara waktu dan tempat disediakan. (kalimat efektif)
Saat membaca kalimat pertama, seseorang dapat mengartikan bahwa yang dipersilakan adalah "waktu dan tempat ", padahal seharusnya yang dipersilakan adalah "pembicara". Kalimat yang tidak efektif seperti itu dapat menimbulkan orang salah menafsirkan bukan? 

0 Comments: