This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label suhu. Show all posts
Showing posts with label suhu. Show all posts

5 Fakta Menarik tentang Suhu

Fakta Menarik tentang Suhu
Fakta Menarik tentang Suhu



Suhu dan Wujud Benda
Suhu berpengaruh pada keadaan benda. Setiap zat akan melalui fase yang berbeda seiring dengan peningkatan suhu. Karena pengaruh sushu, benda dapat berwujud padat, cair, dan gas. Salah satu contohnya adalah air yang berubah dari es (padat) menjadi air (cair) menjadi uap (gas) seiring dengan kenaikan suhu. 

Fakta Menarik tentang Suhu
  1. Suhu tidak tergantung pada ukuran atau kuantitas suatu benda. Ini disebut properti intensif. 
  2. Skala Fahrenheit diambil dari nama fisikawan Belanda Daniel Fahrenheit. 
  3. Suhu adalah besaran yang berbeda dari jumlah total energi termal dalam suatu zat, yang bergantung pada ukuran benda. 
  4. Celsius dinamai menurut astronom Swedia Anders Celsius. Celsius awalnya dikenal sebagai "celcius". Saat zat mendekati nol mutlak, zat tersebut dapat mencapai beberapa sifat menarik seperti superfluiditas dan superkonduktivitas.
  5. Nol mutlak adalah suhu sedingin mungkin yang dapat dicapai zat apa pun. Satuan ini sama dengan 0 Kelvin atau -273.15 ° C (-459.67 ° F).

Temperatur dan Pengukurannya

Thermometer badan


Apa itu temperatur? 

Suhu bisa menjadi hal yang sulit untuk ditentukan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menggunakan kata suhu untuk menggambarkan panas atau dinginnya suatu benda. Dalam fisika, suhu adalah energi kinetik rata-rata partikel yang bergerak dalam suatu zat. 


Bagaimana suhu diukur? 

Suhu dapat diukur menggunakan termometer. Ada berbagai skala dan satuan untuk mengukur suhu termasuk Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin, yang akan dibahas lebih rinci di bawah ini. 


Bagaimana cara kerja termometer? 

Termometer memanfaatkan sifat ilmiah yang disebut pemuaian atau ekspansi termal. Sebagian besar zat akan mengembang dan bertambah volume saat suhunya semakin panas. Termometer cair memiliki sejenis zat (dulunya merkuri, tetapi sekarang umumnya adalah alkohol) yang dibungkus dalam tabung kaca kecil.

Saat suhu naik, cairan dalam thermometer akan mengembang dan mengisi lebih banyak tabung. Ketika suhu turun, cairan menyusust kembali dan mengisi lebih sedikit ruang dari tabung. Suhu kemudian dapat dibaca oleh garis dan skala di samping tabung. 



Satuan Suhu 

Ada tiga skala suhu utama yang digunakan saat ini, yakni: Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin. 

  • Celsius - Celcius adalah satuan suhu paling umum di dunia adalah Celsius. Celsius menggunakan satuan "derajat" dan disingkat ° C. Skala tersebut menetapkan titik beku air pada 0 ° C dan titik didih air pada 100 ° C. 
  • Fahrenheit - Skala suhu yang paling umum di Amerika Serikat adalah skala Fahrenheit. Fahrenheit menetapkan titik beku air pada 32 ° F dan titik didih pada 212 ° F. 
  • Kelvin - Satuan standar suhu yang paling banyak digunakan oleh para ilmuwan adalah Kelvin. Kelvin tidak menggunakan simbol ° seperti dua skala lainnya. Saat menulis suhu dalam Kelvin Anda cukup menggunakan huruf K. Kelvin menggunakan nol mutlak sebagai titik 0 skalanya. Ini memiliki kenaikan yang sama dengan Celcius yaitu ada 100 kenaikan antara titik beku dan titik didih air. 


Mengonversi Antar Skala 

Celsius dan Fahrenheit

Rumus untuk merubah/ mengkonversi satuan suhu dari Celcius menjadi Fahrenheit atau sebaliknya adalah sebagai berikut:

°C = (°F - 32)/1.8

°F = 1.8 * °C + 32°


Contoh:

JIka kamu ingin mengkonversi satuan suku dari 5°C menjadi Fahrenheit, maka rumus yang kamu gunakan adalah "°F = 1.8 * °C + 32°" sehingga hitungannya adalah sebagi berikut:

°F = 1.8 * °C + 32°

    = 1.8 x 5 + 32°

    = 9 + 32°

    = 41°

Jadi, 5°F = 41°C 


Celsius dan Kelvin

Rumus untuk merubah/ mengkonversi satuan suhu dari Celcius menjadi Kelvin atau sebaliknya adalah sebagai berikut:

K = °C + 273.15

°C = K - 273.15°

Contoh:

50°C = ... K

untuk menyelesaikan soal di atas, kamu tinggal menggunala runus "K = °C + 273.15", maka hitunganya adalah:

K = °C + 273.15

    = 50 + 273.15

    = 323.15 K

Jadi, 50°C = 323.15 K


Mengenal Energi Panas

Mengenal Energi Panas
Pemanfaatan kalor

Pernnahkah kalian mengamati peristiwa-peristiwa seperti pada gambar di atas?

Mengapa baju dan gabah yang dijemur menjadi kering? Bagaimana bahan makanan yang dimasak menggunakan kompor menjadi matang? Bagaimana pula dengan baju yang di setrika? Mengapa bisa berubah menjadi licin? 

Peristiwa-peristiwa di atas dapat terjadi karena pengaruh kalor. 

Kalor atau Energi Panas adalah perpindahan energi dari satu benda ke benda lain karena perbedaan suhu. Panas dapat diukur dalam joule, BTU (British thermal unit), atau kalori. Panas dan suhu berhubungan erat, tetapi keduanya bukanlah hal yang sama. Temperatur suatu benda ditentukan oleh seberapa cepat molekulnya bergerak. Semakin cepat molekul bergerak, semakin tinggi suhunya. Kita katakan benda yang memiliki suhu tinggi itu panas dan benda dengan suhu rendah itu dingin.


Perpidahan Panas

Perpindahan panas terjadi ketika dua benda digabungkan atau saling bersentuhan. Saat bersentuhan molekul kedua benda/ zat akan mentransfer energi yang disebut panas. Mereka akan mencoba sampai pada titik di mana keduanya memiliki suhu yang sama. Ini disebut ekuilibrium. Panas akan mengalir dari benda yang lebih panas ke yang lebih dingin. Molekul pada benda yang lebih dingin akan melambat dan molekul di benda yang lebih dingin akan semakin cepat. Akhirnya mereka akan sampai pada titik di mana mereka memiliki suhu yang sama. Tanpa kita sadari, peristiwa semacam ini terjadi sepanjang waktu di sekitar kita. Misalnya, saat Anda mengambil es batu dan memasukkannya ke dalam segelas teh hangat. Es batu akan menjadi lebih hangat dan meleleh, sedangkan air teh akan menjadi dingin.


Benda Mengembang karena Pengaruh Panas

Ketika suatu benda menjadi lebih panas, benta itu akan mengembang, atau menjadi lebih besar dari ukuran semula. Pada saat yang sama, ketika sesuatu menjadi lebih dingin, benda itu akan menyusut. Sifat benda tersebut dimanfaatkan untuk membuat termometer merkuri. Garis di termometer sebenarnya adalah merkuri cair. Saat cairan semakin panas, ia akan mengembang dan naik di dalam termometer untuk menunjukkan suhu yang lebih tinggi. Pemuaian dan kontraksi karena suhulah yang memungkinkan termometer bekerja.


Konduksi Panas

Ketika panas berpindah dari satu objek ke objek lainnya, ini disebut konduksi. Beberapa bahan menghantarkan panas lebih baik daripada yang lain. Logam, misalnya, adalah konduktor panas yang baik. Kami menggunakan logam dalam panci dan wajan untuk memasak karena akan memindahkan panas dari api ke makanan kami dengan cepat. Kain, seperti selimut, bukanlah konduktor panas yang baik. Karena bukan konduktor yang baik, selimut bekerja dengan baik untuk membuat kita tetap hangat di malam hari karena tidak akan mengalirkan panas dari tubuh kita ke udara dingin.


Kalor dan Perubahan Wujud Benda

Panas berdampak pada wujud benda. Wujud benda dapat berubah karena pengaruh panas atau suhu. Ada tiga wujud benda bergantung pada suhunya, yakni: padat, cair, dan gas. Misalnya, jika air dingin dan molekulnya bergerak sangat lambat, air akan menjadi padat (es). Jika sedikit menghangat, es akan mencair dan air menjadi cair. Jika Kamu menambahkan banyak energi panas ke air, molekul akan bergerak sangat cepat dan menjadi gas (uap).

Sifat panas yang dapat merubah wujud benda inilah yang dimanfaatkan saat kita menjemur pakaian, ikan, gabah, dan bahan-bahan lainnya. Saat kita jemur, bahan-bahan tersebut terkena panas matahari, akibatnya, air yang terkandung dalam bahan-bahan tersebut akan berubah wujud menjadi uap air. Uap air lebih ringan sehingga akan membumbung ke bagian atmosfer yang lebih tingga. Karena kandungan air berkurang, maka barang-barang yang kita jemur menjadi kering.