This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2020

Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2020
Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2020 

Dalam rangka menyukseskan Gerakan Literasi Nasional, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia kembali menyelenggarakan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi dengan hadiah total belasan rupiah. Beberapa ketentuan dalam sayembara tersebut adalah sebagai berikut:

Kriteria Buku yang Akan Ditulis:
  1. Buku bertema (a) toleransi (kemampuan menerima perbedaan, antaralain perbedaan agama, kepercayaan, cara pandang, fisik, adat istiadat, gaya hidup, kebiasaan, makanan, dan minuman); (b) ASEAN (mengenal ASEAN, menghargai identitas dan keberagaman negara ASEAN, menghubungkan liokal dan global, meningkatkan kesetaraan dan keadilan, serta kerjasama untuk masa depan ASEAN). 
  2. Isi buku memiliki kekuatan untuk membangun generasi bangsa yang memiliki karakter kuat sesuai dengan penguatan pendidikan karakter (PPK) dan tujuan pendidikan nasional. 
  3. Buku berisi fakta dan disajikan secara naratif.
  4. Buku ditujukan kepada siswa SD kelas 4, 5, dan 6
  5. Ilustrasi harus mendukung isi buku dengan porsi 20% dari isi buku. Ilustrasi dapat berupa foto yang dapat dipertanggungjawabkan sumbernya.
  6. Buku dikerjakan dalam Adobe Indesain yang dapat diedit.
  7. Jumlah minimal halaman isi buku, 24 halaman pada kertas ukuran A4 dengan huruf Andhika New Basic berukuran 12 pt dan spasi ganda.
  8. Penulisan kata atau kalimat dalam ilustrasi harus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
  9. Sumber data diambil dari sumber yang terpercaya, contohnya untuk sumber data ASEAN, diambil dari sekertariat ASEAN yang beralamat di www.setnas-asean.id.
Ketentuan:
  1. Peserta emilih salah satu tema untuk satu buku
  2. Penulis dapat menulis dua buku dengan tema berbeda
Persyaratan Sayembara:
Untuk mengikuti sayembara, peserta mengirimkan sebanyak lima rangkap
  1. rancangan buku dalam bentuk storyline; 
  2. delapan halaman pertama buku, dan 
  3. contoh ilustrasi.
Serta satu rangkap:
  1. Biodata penulis dan ilustrator
  2. Surat pernyataan bermaterai Rp 6.000,00 tentang keaslian tulisan dan ilustrasi serta kesanggupan penulis untuk memenuhi ketentuan dan tahapan penulisan buku.
Tenggat Waktu:
  • 23 April 2020
    (penerimaan materi)
  • 5 Mei 2020
    (pengumuman pemenang)
Alamat Pengiriman Buku:
Tim Penyediaan Bahan Bacaan Literasi Nasional 2020
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 
Gedung Iswara Lantai 2
Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun 
Jakarta Timur
Kode Pos 13220

Nara Hubung:
Wenny - (WA) +6285216141425
Kity- (WA) +6285282397103

Link download font Andhika New Basic: 

Sumber informasi : http://badanbahasa.kemdikbud.go.id

Mendikbud Akhirnya Resmi Umumkan UN 2020 Dibatalkan

Pembatanan UN 2020
Surat Edaran Mendikbud No.4 Tahun 2020

Berkaitan dengan penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, hari ini tanggal 24 Maret 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia resmi mengeluarkan surat edaran  mengenai pembatalan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020. Surat edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tersebut, selain menyampaikan pembatalan pelaksanaan Ujian Nasional, juga memuat ketentuan pelaksanaan proses belajar dari rumah dan ujian sekolah serta kelulusan.
Mengenai UN 2020, beberapa ketentuan yang disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangai Mendikbud Nadiem Makariem adalah sebagi berikut:
  1. Pelaksanaan UN  termasuk Uji Kompetensi Keahlian bagi Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2020 dibatalkan.
  2. Oleh karena pelaksanaan UN dibatalkan, keikutsertaan siswa dalam UN tidak menjadi syarat kelulusan dari sekolah maupun dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  3. Oleh karena pelaksanaan UN dibatalkan, maka proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, Paket B, Maupun Paket C akan ditentukan kemudian.

Selanjutnya untuk mengenai pelaksanaan proses belajar dari rumah ketentuan yang ditetapkan melalui surat edaran No. 4 tahun 2020 adalah sebagi berikut:
  1. Kegiatan belajar dari rumah melalui pembelajaran dalam jaringan (daring)/ jarak jauh dilaksanakan tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, melainkan untuk memberikanmemberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa;
  2. Belajar dari rumah bisa difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain tentang pandemi Covid-19;
  3. Aktivitas dan tugas dalam pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing. Keberagaman tersebut dapat mempertimbangkan kesenjangan akses dan fasilitas belajar di rumah;
  4. Pemberian umpan balik untuk produk atau bukti aktivitas Belajar dari rumah tidak harus berupa skor atau nilai kuantitatif. Siswa dapat diberi yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru. 

Ketentuan mengenai kelulusan dalam surat edaran mendikbud di atas, adalah sebagai berikut:

  1. Ujian Sekolah untuk kelulusan tidak boleh dilakuakn dengan cara mengumpulkan siswa, kecuali untuk sekolah-sekolah yang sudah terlanjur melaksanakan Ujian Sekolah sebelum terbitnya Surat Edaran Mendikbud No. 4 tahun 2020;
  2. Ujian Sekolah dapat dikakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/ atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya;
  3. Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh;
  4. Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Bagi sekolah yang belum melaksanakan, berlaku ketentuan sebagai berikut:
  • kelulusan untuk jenjang Sekolah Dasar/ sederajat, jenjang SMP/ sederajat dan SMA/sederajat ditentukan berdasarkan nilai 5 semester terakhir. Nilai semester 2 kelas 6 untuk SD, nilai semester 2 kelas 9 untuk SMP, dan nilai semester 2 kelas 12 untuk jenjang SMA dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan;
  • kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, Praktik Kerja Lapangan(PKL), portofolio, dan nilai praktik selama lima  semester terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Aturan mengenai kenaikan kelas adalah sebagai berikut:

  1. Ujian Akhir Semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali untuk sekolah yang telah melaksanakan sebelum terbitnya Surat Edaran Mendikbud No. 4 tahun 2020;
  2. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya;
  3. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Dinas Pendidikan dan sekolah diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua secara {isik di sekolah;
  2. PPDB pada Jalur Prestasi dilaksanakan berdasarkan akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir; dan/ atau prestasi akademik dan non-akademik di luar rapor sekolah;
  3. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring.

Selain kelima point di atas, melalui Surat Edarannya Mendikbud juga memberi keleluasaan agar dana Bantuan Operasional Sekolah atau Bantuan Operasionai Pendidikan dapat digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemi Covid-19 seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfectant, dan masker bagi warga sekolah serta untuk membiayai pembelajaran daring/jarak jauh.


Demikian beberapa poin yang tercantum dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tanhun 2020. Semoga terbitnya Surat Edaran tersebut membawa kebaikan untuk kita bersama, dan semoga kita bisa melewati masa pandemi ini dengan selamat. Bersama mari kita lawan Covid-19!

Dibawah ini salinan Surat Edaran yang dapat diunduh dari google drive: 

Yuk Baca Buku-buku Seru Rekomendasi Kemdikbud

Buku Bacaan Literasi
Yuk Baca Buku Cerita Seru Rekomendasi Kemdikbud 
Sejak 16 Maret 2020 hingga 29 Maret 2020, siswa-siswi sekolah semua jenjang diminta untuk belajar di ruamh saja dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengurangi penyebaran virus covid-19 yang sedang menjadi pandemi. Menghindari keramaian dan social distance merupakan cara yang dianggap efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari virus yang dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan yang keluar dari hidung atau mulut orang yang sudah terinfeksi tersebut. Menurut World Health Organization (WHO) menghindari keramaian perlu dilakukan karena meskipun tidak bersentuhan langsung dengan penderita, COVID-19 juga dapat ditularkan ketika seseorang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk, kemudian cairan yang keluar dari hidung atau mulut penderita mengenai benda-benda di sekitarnya, kemudian ketika orang sehat menyentuh benda tersebut keudian menyentuh mulut, mata, atau hidung mereka. Menjaga jarak dengan orang lain tidak kalah penting karena virus berbahaya tersebut juga dapat menyebar saat tetesan kecil yang dikeluarkan saat bersin atau batuk tersebut dihirup oleh seseorang ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona.
Mungkin sebagian dari kita merasa bosan, selama 14 hari harus beraktivitas di rumah saja. Jika biasanya kita bisa bertemu teman-teman sekolah dan tetangga untuk bermain bersama. Hal tersebut tidak bebas dilakukan lagi. Jika biasanya kita bisa jalan-jalan ke mall, kolam renang, atau obyek-obyek wisata yang menarik, hal tersebut diminta untuk tidak lakukan. Namun demikian jika kita memikirkan kebaikan yang lebih besar bagi diri dan orang-orang yang kita sayangi, alangkah baiknya kita mengikuti anjuran untuk tetap di rumah selama 14 hari tersebut. 
Jika kalian merasa bosan di rumah, jangan khawatir karena ada buku-buku seru yang bisa kalian baca. Selain dapat menemani kalian mengisi waktu. Membaca buku-buku tersebut dapat memperkaya perbendaharaan kata dan pengetahuan kalian. Ada banyak buku yang direkomendasikan Badan Bahasa Kemdikbud. Berikut ini daftar buku-buku tersebut:

(Klik judul buku untuk membuka atau mengunduh file dalam format pdf)
-Ayo Mengenal Istana Kerajaan di Indonesia-Intania-Final.pdf
-Bakti Muda untuk Negara-Agustin AnggrianiL.pdf
-Bancakan (Sudadi).pdf
-Beras Tabanan.pdf
-Berguru pada Anak Laut Suku Bajo-Mustika-Final.pdf
-Berkelana Bersama Banua-Wahidah-Final.pdf
-Berlibur ke Rumah Gadang-Final.pdf
-Berlibur ke Timur-Dalasari-FINAL.pdf
-Bersahabat dengan Bencana Alam (Sri Handayaningsih)-ND.pdf
-Bimo Profesor Honai_wilujeng dwi w_November.pdf
-Binatang dalam Pribahasa Aceh (Azwardi)-ND.pdf
-Binatang Kecil Ajaib-AM Nanang-November.pdf
-Bubur Nusantara-Paskalina-FINAL.pdf
-Buku_Petualangan Khalid dan Kahlil_febiedit.pdf
-Bung Sultan-Yayan Rika-Final.pdf
-Bunga yang Berdoa-Winarti-November.pdf
-catatan kecil-Siti Muthiah-November.pdf
-Cerita anak KM Kaspa.pdf
-Cerita dari Tumaritis.pdf
-Cerita Kuliner Nusantara-Ali-Final.pdf
-Cerita Si Kembar dan Makanan Fermentasi-Nur Inayah Syar.pdf
-Cerita Tari dari Garut-TetyAprilia-Final.pdf
-Cindy Sang Ketua Kelas-Vendo-Final.pdf
-Cinta Kuliner Indonesia (Olany)-ND.pdf
-Cerita Si Kembar dan Makanan Fermentasi-Nur Inayah Syar.pdf
-Cerita Tari dari Garut-TetyAprilia-Final.pdf
-Cindy Sang Ketua Kelas-Vendo-Final.pdf
-Cinta Kuliner Indonesia (Olany)-ND.pdf
-Dari Berburu ke Internet Lompatan Budaya Masyarakat Alor-Sastri-Final.pdf
-Deli dan Teteruga Kampung Bahari.pdf
-Di Kotaku Dulu ada Kereta Api-Zulfitra-November.pdf
-Diang Angon-Hanifah Hikmawati.pdf
-Dodo dan Cerita Bandung Utara-Nia Kurnia-November.pdf
-Emmy Saelan-Irmawati Puan Mawar-November.pdf
-Ganongan Cilik Bumi Ponorogo-Norattri-Final.pdf
-Gara-Gara Android-Ayu Wandari-November.pdf
-Gunung Sewu-Parno-November.pdf
-Habis Galau Terbitlah Gemilang-Ratih Ayu Apsari.pdf
-Halimah dan Bainai-Desy Arisandi-Final.pdf
-Haroa-Zakridatul-November.pdf
-HB. Jassin Perawat Sastra Indonesia (Prih Suharto).pdf
-Hijau Kampungku di Tengah Kota.pdf
-Hikayat Dipati Parbo-Rini Febriyanti-Final.pdf
-Hikayat Sidi Mara (Pinto Anugrah).pdf
-Hoyak Tabuik (Eva Yenita Syam)-ND.pdf
-Hutanku Tinggal Kenangan.pdf
-Impian Rara-Desi Rusnita-Final.pdf
-Jaga Alam dengan Tradisi Nusantara (Rhidani Pangestuti)-ND.pdf
-Jajanan Pasar Khas Yogyakarta-Redy Kuswanto.pdf
-Jalan Panjang Meraih Cita-Fathiah-Final.pdf
-Jamu Gendong Solusi Sehat Tanpa Obat_Sukini_ FINAL.pdf
-Jamu, Ramuan Tradisional Kaya Manfaat-Rifqa-Final.pdf
-Jangan Ambil Rumah Kami (Erminawati)-ND.pdf
-Jejak Penjaga Zaman-Yulianti-Final.pdf
-Jejak Rasa dari Yogyakarta-Agustina Dwi Rahayu-Desember.pdf
-Jelajah Arsitektur Lamin Dayak Kenyah-Agustin-Final.pdf
-Jelajah Kota Anging Mammiri_Muhammad Randhy Akbar.pdf
-Jelajah Pulau Borneo-November.pdf
-K.H. Mustofa Kamil Sang Pendekar dari Kota Intan-November.pdf
-KACA AJAIB WARISAN ATOK.pdf
-Kadois Anak Pirime.pdf
-Kain Kulit Kayu Dei-Siti Rahma-Final.pdf
-Kain Songket Mak Engket-Wylvera Windayana-Desember-.pdf
-Kakek Bali Memasak-Ni Kadek-Final.pdf
-Kamal Si Master Catur-Syarifah Lubna-Final.pdf
-Karaeng Pattingaloang dan I Maninrori-Ibnu-Final.pdf
-Kebersamaan dalam Keberagaman, Bahasa Daerah di Indonesia (Fatmawati Adnan).pdf
-Kejutan Kecil buat Ayah Bunda-Saripudin Lubis-Final.pdf
-Kembali Liar-November.pdf
-Kenara Anak Suku Gayo-RIsma Wati-FINAL.pdf
-Kendang Aki Bocor-AndiSolihat-November.pdf
-Kids Zaman Now-Nana Supriyana.pdf
-Kincir Air dan Tiga Sekawan-febi.pdf
-Kisah Anak Rantau-November.pdf
-Kisah Bumbu Rempah-Rempah-Dinna Amalia-November.pdf
-kisah tiga suadara isi.pdf
-Koki Petualang dari Desa Orke-November.pdf
-Kota dari Liang Tambang-Ramadhani-Final.pdf
-Kue Tradisional Khas Aceh-Rizki Yulita-Final.pdf
-Kuliner Khas Jambi Sedap Nian Oi-Rini-Final.pdf
-Kuliner Langka Minangkabau-Gantino Habibi-Final.pdf
-Kuliner Tradisional Solo yang Mulai Langka-Dawud Achroni-Final.pdf
-Lalang- Agung Pamungkas-FINAL.pdf
-Lawang kota Kenangan-Redite Kurniawan-November.pdf
-Legenda danau Kembar isi.pdf
-Lintang dari Kampung Majapahit-Dian Roesmiati-Final.pdf
-Luki Penjaga Mangi Mangi-Imam-Final.pdf
-Macapat -Zahra.pdf
-Mageline dari Suminka-Dzikry el Han-November.pdf
-Mainan dari Alam-Dian Arsa-Final.pdf
-Mangrove dan Rahasia Kulinernya-Siti Lestari-Final.pdf
-Mari Mengenal Jalan (Riki Eka Putra).pdf
-Masih ada Bintang di Halmahera_Sunting 2.pdf
-Mata Air Keteladanan Sukarno Belia (Miraj Dodi).pdf
-Menemukan Masa Lalu nan Gemilang (Wakhid Nur Effendi).pdf
-Mengenal Bahan Kimia Alami dalam Makanan (Rita Mutia).pdf
-Mengenal Kulinaer dari Pulau Buton (Perbaikan).pdf
-Mengenal Manggarai di Nusa Tenggara Timur-Desember.pdf
-Mengenal Masa Kecil Sastrawan Indonesia-Hasta Indriyana.pdf
-Mengenal Media Sosial agar Tak Menyesal-ND.pdf
-Mengenal Pahlwan Nasional Ki Hajar Dewantara-Nurweni-Final.pdf
-Mengenal Rumah Adat Lebong-Ira Diana-Final.pdf
-Mengenal Tunjuk Ajar Melayu-Marhalim-Final.pdf
-Menggambar, Bahasa, dan Cinta_Fitri Amalia_Agustus NEW OKTOBER.pdf
-Menjelajah Pesona dan Misteri Pulau Enggano.pdf
-Menyelusuri Jejak Si Anak Candi-Sri Handayaningsih-Final.pdf
-Menyusuri Jejak Tinggal Cut Nyak Meutia-Syamsiah Ismail-Final.pdf
-Multikulturalisme Makanan Indonesia-Unsiyah-Final.pdf
-MURKANYA ULAR NAGA.pdf
-Mutiara yang Kau Genggam-Yoana-Final.pdf
-Nakhoda Pesisir Barat-Ivan Adilla-Final.pdf
-Negeri Rawan Bencana-Azrul-November.pdf
-Ni Ketut Arini-i gusti made dwi guna-November.pdf
-Obet Si Anak Bahari-Ikhsan-Final.pdf
-Orang Sakai Sudah Modern (Dina Amalia Susamto).pdf
-Pahlawan dan Tokoh Inspirasi Aceh (Hidayatullah).pdf
-Para Penjaga Teluk Youtefa-Dzikry-Final.pdf
-Pecel Rengkek Jombang-Kiki-Final.pdf
-pejuang subuh cilik isi.pdf
-Pelajaran Istimewa Ganda.pdf
-Pelajaran Penting dari Sultan Syarif Kasim II (Marhalim Zaini).pdf
-Pelangi di Warung Kakek-Tiflatul Husna-FINAL.pdf
-Perempuan Pengibar Sang Saka-Liliek Handoko-Final.pdf
-Peribahasa Nusantara, Pribahasa dari Aceh hingga Papua (Fitrawan Umar).pdf
-Perjuangan Cemplon-Fahrudin-Final.pdf
-Persahabatan Umai dan Maleo-Weni Rahayu-November.pdf
-Petualangan Aziz ke Monas-Andi Mulya-Final.pdf
-Petualangan Nurin Si Anak Elang (Andhika Alfonsius).pdf
-Petualangan Saat Terlelap-Yeni Maulina-November.pdf
-Pohon Cengkih Tertua Di Dunia-FINAL.pdf
-Pujakesuma-Sabani-Final.pdf
-Pulang Basamo-Andi Mulya-Final.pdf
-Rahasia Dini-November.pdf
-rahman dan rabab isi.pdf
-RAKSASA DARI UJUNG KULON NASKAH HERI SANTOSO SMPIT RJ CILEGON BANTEN- NASKAH FINAL.pdf
-Ramang-November.pdf
-Randu-Tria Ayu K-Final.pdf
-Ratu Ayu Mas Subandar-Nyoman Argawa-Final.pdf
-Remaja dan Literasi.pdf
-Rendang nan Enak Itu-S Metron Masdison-Final.pdf
-Rindu pada Duanu-Dessy Wahyuni-Final.pdf
-Riski Kuncoro Manik Abdi Dalem Cilik-Redi Kuswanto-Final.pdf
-Robohnya Rumah Pak Karlo-Wildan Andi-Final.pdf
-Rumah Adat Nusantara-Laskar Bahasa v-Final.pdf
-Rumah Bahi.pdf
-Rumah Bolon-Wahidah-Final.pdf
-Rumah Bundar-Fangnania-Final.pdf
-Rumah Gadang yang Tahan Gempa-Gantino Habibi-Final.pdf
-Rumah Melayu dan Seyna-Fitri Amalia-Final.pdf
-Rumah Perahu, Rumah Kenali-Dian Anggraeni.pdf
-Rumah Sasak-Sudadi-Final.pdf
-Sagu dan Olahannya-Redite-Final.pdf
-Sahabatku Anak Baduy-Tety Aprilia-Final.pdf
-Sampah dan Pencemaran (Wiwik Sulistiyningsih).pdf
-Sang Pewaris-Triman Laksana-Final.pdf
-Sangga Si Pengusaha Ayam Kampung-Anisah Sholichah-Final.pdf
-Sarabba-Yunita CS-FINAL.pdf
-Sengkalan-Sudadi-Final.pdf
-Senja di Danau Maninjau-Marlina-November.pdf
-Seruling Peninggalan Abah-Ridwan-Final.pdf
-Serunya Permainan Tradisional Anak Zaman Dulu.pdf
-Si Bolang dan Sang Alam-November.pdf
-Si Bung Kecil Cerita dari Kampung Halaman-Ramadhani-Final.pdf
-Siti Walidah-Lilis Nihwan-Final.pdf
-Suci dan Bendera Merah Putih (Andi Mulya).pdf
-Sultan Thaha Syaifuddin-Rini Febriani Hauri.pdf
-Sungai Penuh Kenangan-NOVEMBER.pdf
-tangka simusang merah isi.pdf
-Tari Ngerong untuk Walikota.pdf
-Teka Teki Ikan dan Dongeng-Dongeng Nusantara Lainnya (Esti Asmalia).pdf
-Teladan Jenderal Soedirman-Eri Sumarwan-Final.pdf
-Telolet-Nana Supriyana-Final.pdf
-Tenas Effendi.pdf
-Terjebak di Negeri Jajan-Suyitman-Final.pdf
-Tigo Jangko.pdf
-Tim Ada Jejak-Sunarsih-Final.pdf
-Tokoh-Tokoh Gerakan Paderi-S Metron Masdison.pdf
-Tradisi Menghela Kayu-November.pdf
-Tugu Khatulistiwa (Husnul Khotimah).pdf
-Uma Mbatangu, Rumah Tradisional Sumba-Lukman S-Final.pdf
-Uniknya Bahasa Jawaku-Septinata C.P-Final.pdf
-W.R. Supratman-Lilis Nihwan-Desember.pdf
-Wahidin Sudirohoesodo-Yayan Rika-Final.pdf
-Yuk Kenali Komunitas Terpencil Riau (Irwanto).pdf
-Yuk Kenali Pahlawan Kita Melalui Permainan Monas dan Kwarnas (Rachmawati).pdf
-Yuk, Mengenal Makanan Hasil Fermentasi-Esti Asmalia-Final.pdf
-Z Generation Berjiwa Sosial-Unga-Final.pdf
-Jelajah 34 Makanan Khas Provinsi di Indonesia-Agustus_1.pdf

Sumber:

Sepatu untuk Faza

Cerita pendek anak Sepatu untuk Faza
Cernak Sepatu untuk Faza


Waktu menunjukkan pukul 13.15. Meskipun hari ini masih liburan kenaikan kelas, Faza sudah berdandan rapi. Setelah menunaikan sholat dzuhur, Faza segera makan siang. Sayur asem, tempe goreng dan goreng ikan asin sudah disiapkan Bunda di meja makan. Ayah, Bunda, dan Mala, adik Faza sudah makan lebih dulu. Tadi Faza ingin lebih dahulu menyelesaikan tugasnya membersihkan halaman belakang, sehingga sedikit terlambat makan siang.
Faza terlihat terburu-buru menghabiskan makan siangnya. Dia bersemangat sekali siang ini. “Makannya pelan-pelan dong Faza, kamu bisa tersedak kalau makan sambil terburu-buru seperti itu,” Seru Bunda yang mengamati tingkah Faza dari tadi.
"Hehe iya Bun.... Faza buru-buru nih" Jawab Faza sambil nyengir konyol.
"Iya.... Bunda tahu. Kamu pasti ingin segera membeli sepatu impianmu bukan? Tapi tidak perlu tergesa-gesa seperti itu juga kan sayang.... Ini kan baru jam satu". Kata Bunda dengan lembut.
"Bukan baru jam satu Bunda sayang...., tapi sudah jam satu Bunda.... Jam satu lebih lima belas menit malahan,” Jawab Faza.
"Idih.... anak Bunda yang ganteng, paling bisa deh....,”. Kata Bunda gemas, sambil mengacak-acak rambut Faza.
"Ah Bunda.... rambut Faza jadi berantakan lagi nih,” Kata Faza sambil merapikan kembali rambutnya dengan jari-jarinya. "Bunda tahu kan, berapa lama Faza menunggu hari ini?" lanjut Faza.
"Iya.... iya.... maaf ya sayang. Bunda ikut senang dan bangga kok, akhirnya Kamu berhasil juga, mengumpulkan uang untuk membeli sepatu yang Kamu inginkan. Tapi, saat makan tetap tidak boleh tergesa-gesa. Makanan harus dikunyah dengan baik agar tidak mengganggu pencernaan" kata Bunda menasehati.
“Iya Bun.... maaf. Terima kasih sudah diingatkan”
“Nah gitu dong. Itu baru namanya anak Bunda..,”
Setelah menyelesaikan makan siang dan mencuci piringnya sendiri. Faza segera berpamitan. “Faza berangkat sekarang ya Bun..,” kata Faza sambil mencium tangan Bundanya.
“Hati-hati di jalan ya sayang,” Jawab Bunda.
setelah berpamitan, Faza mengambil sepedanya di garasi. “Assalamualaikum..,” seru Faza saat mulai meninggalkan rumah dengan sepeda kesayangannya.
*****
Sinar mentari masih garang, meskipun adzan dhuhur sudah sejam yang lalu berkumandang. Pohon-pohon Akasia di sepanjang jalan komplek perumahan yang biasanya menghalau sinar matahari, sudah kehilangan hampir semua daunnya seiring hadirnya kemarau. Suasana terasa panas dan gersang, tapi hal tersebut bukan halangan bagi Faza. Kedua kakinya terasa ringan mengayuh pedal sepeda, seringan angin kemarau menerbangkan debu. Jarak dua kilo meter menuju toko “Gym” , toko peralatan olah raga langganannya terasa begitu dekat.
Hari ini setelah menyisihkan uang saku selama kurang lebih tiga bulan, ditambah beberapa puluh ribu yang dihasilkan Faza sebagai upah membersihkan halaman, tabungan Faza sudah genap Rp 200.000,00. Artinya sepatu bola baru yang diimpikan Faza sebentar lagi bisa menjadi miliknya.
Meskipun orang tua Faza bukan orang kaya, sebenarnya membelikan sepasang sepatu bola bukanlah hal yang berat. Tetapi bagi Faza, mendapatkan sesuatu dari hasil jerih payahnya sendiri jauh lebih membanggakan. Sejak kecil Faza sudah terbiasa menabung untuk membeli barang-barang yang diinginkannya. Memang membutuhkan kesabaran. Tahun lalu Faza bahkan harus menabung hingga selama setahun  penuh untuk membeli sepeda kesayangannya. Tapi justru perjuangan panjang dalam mendapatkan sepeda tersebut yang membuat Faza lebih menyayangi sepedanya. Tanpa perlu diingatkan Faza selalu rajin merawat dan membersihkan sepedanya.
Tiada terasa hampir dua pertiga perjalanan sudah terlewati, setelah belok kanan di  pertigaan dekat pabrik tahu, Toko “Gym” sudah bisa terlihat. Faza memperkencang laju sepedanya, tiba-tiba...
“Gubrak..,” Sebuah kecelakaan terjadi tepat di pertigaan di depan Faza. Sebuah gerobak tukang batagor tertabrak sepeda motor. Si pengendara motor yang ugal-ugalan telah menerobos lampu merah dan menabrak gerobak batagor hingga ambruk. Barang dagangan si Bapak penjual Batagor berserakan di jalan. Bapak penjual batagor sendiri jatuh tersungkur di aspal, sayangnya selain ugal-ugalan si pengendara motor juga tidak bertanggung jawab. Dia terus melaju tanpa memperdulikan korban.
Jalanan saat itu cukup sepi. Tak ada orang yang lewat dijalan itu selain Faza, Bapak penjual Batagor dan si pengendara motor. Untunglah Bapak penjual batagor tidak mengalami luka serius. Hanya kaki dan tangan si Bapak yang terlihat mengalami luka lecet.
Faza segera turun dari sepedanya. Faza membantu Bapak penjual batagor berdiri. “Bapak tidak apa-apa?” tanya Faza.
“Bapak tidak apa-apa nak. Hanya lecet-lecet,” Jawab Si Bapak.
Bapak penjual batagor menghampiri gerobaknya. Sebagian kaca pada gerobak itu pecah. Bahan-bahan serta peralatan untuk membuat batagor juga berserakan di aspal yang panas. Dari banyaknya bahan-bahan batagor itu, Faza menduga Si bapak baru akan mulai berjualan, jadi belum banyak barang dagangannya yang terjual. Faza merasa iba sekali.
Faza kemudian membantu Bapak penjual batagor mengangkat gerobak batagor. Saat itulah, tiba-tiba sebuah kantung kresek hitam jatuh dari bagian belakang gerobak. Setelah berhasil mendirikan gerobak batagor, Bapak penjual Batagor mendorong gerobaknya ke pinggir jalan. Bapak penjual batagor kemudian duduk beristirahat di bawah pohon Kersen di pinggir jalan.
Faza mengambil kantung kresek yang tadi jatuh dari gerobak. Faza penasaran, benda apa yang ada di dalamnya. “Ini apa ya Pak?” tanya Faza sambil duduk di sebelah Bapak penjual batagor
“Ogh.... itu sepatu anak Bapak. Tadinya Bapak ada rencana, setelah selesai berjualan hari ini, Bapak mau membelikan Iwan anak Bapak sepatu baru. Karena sepatu itu sudah tidak layak pakai. Bagian depannya sudah berlubang. Sebentar lagi kan liburan selesai, kasihan Si Iwan, kalau bersekolah memakai sepatu yang sudah berlubang. Tapi sepertinya Iwan harus sedikit lebih bersabar lagi...,”
“Maksud Bapak?”
“Iya nak. Hari ini kan barang dagangan bapak tidak bisa dijual lagi. Jangankan untung, modal untuk jualan besok juga tidak ada lagi. Jadi uang Bapak yang sedianya akan digunakan untuk membelikan Iwan sepatu baru, akan Bapak pakai untuk membeli modal jualan batagor besok, juga untuk memperbaiki gerobak Bapak yang rusak itu,”
“Ogh... begitu...,” Faza mengangguk-angguk tanda mengerti.
“Boleh saya lihat sepatunya Pak?” tanya Faza kemuadian.
“Buka saja nak!” jawab Bapak penjual batagor.
Faza membuka bungkusan yang dibungkus kantung plastik hitam di tangannya. Sepasang sepatu hitam dengan nomor 38 ada di dalamnya. Seperti kata Bapak penjual batagor, bagian depan sepatu tersebut sudah berluang. Faza bertambah iba, pada Bapak penjual batagor dan anaknya. Mungkin anak Bapak penjual batagor seumuran dengan Faza, karena ukuran sepatu mereka sama. Saat melihat sepatu itu, tiba-tiba Faza punya ide.
“Kalau boleh tahu, nama Bapak siapa?”
“Nama Bapak Maman Nak,”
“Nama saya Faza Pak,”
“Bapak tunggu disini sebentar ya!” kata Faza. Ia kemudian mengayuh sepedanya, meninggalkan Pak Maman. Pak Maman merasa sedikit bingung dengan sikap Faza, tapi memang Pak Maman yang masih merasa kaget dengan peristiwa yang dialaminya, masih ingin beristirahat sebentar sebelum pulang ke rumahnya, jadi Pak Maman menuruti permintaan Faza.
Sekitar lima belas menit kemudian, Faza kembali ke tempat pak Maman beristirahat, dengan sebuah tas plastik di tangannya. “Ini untuk anak Pak Maman,” Kata Faza sambil mengulurkan tas plastik di tangannya.
Pak Maman menerima tas itu. Pak Maman kemudian membuka tas yang diberikan Faza. Saat mengetahui apa isi tas plastik itu, mata Pak Maman berkaca-kaca. “Apa ini nak? Dari mana Kamu dapatkan sepatu ini?”.
“Tenang saja Pak, Faza membeli sepatu itu dengan uang hasil tabungan Faza. Tadinya saya ingin menggunakan uang tabungan itu untuk membeli sepatu bola, tapi karena anak Bapak lebih membutuhkannya dibanding saya, saya belikan sepatu untuk anak Bapak. Saya bisa menabung lagi dan membeli sepatu bola itu di lain waktu. Lagi pula sepatu bola saya yang lama juga masih bisa dipakai kok Pak,”
Mendengar penjelasan Faza, Pak Maman meneteskan air mata. Pak Maman terharu sekali atas kebaikan hati Faza. “Te...terima kasih sekali nak. Kamu sungguh baik hati. Semoga Allah Yang Maha Kuasa membalas kebaikanmu nak,” Kata Pak Maman sambil memegang kedua tangan Faza.
“Sama-sama Pak Maman. Terima kasih doanya. Kalau begitu, saya permisi dulu ya Pak, sebentar lagi waktu ashar, saya harus segera pulang. Kalau tidak Bunda saya bisa khawatir”
“Sekali lagi, Bapak mengucapkan banyak terima kasih nak,”
“Ya Pak. Saya pulang dulu ya. Assalamualaikum,”
“Waalaikumsalam,”
Meskipun tidak jadi membeli sepatu baru yang telah lama diimpikannya, Faza merasa bahagia. Ia bahagia karena telah membantu Pak Maman. Hari ini Faza belajar ternyata membuat orang lain bahagia akan membuat dirinya bahagia juga, bahkan lebih bahagia dibandingkan saat dia mendapatkan apa yang ia inginkan.
*****
Liburan telah usai. Hari ini hari pertama Faza di kelas lima. Faza bersemangat sekali berangkat ke sekolah. Waktu libur yang cukup lama, membuat Faza mulai merindukan suasana sekolah. Beberapa teman Faza memang tinggal tidak jauh dari rumah Faza, jadi walaupun libur sekolah, mereka tetap dapat bermain bersama, namun rumah beberapa teman Faza yang lainnya cukup jauh, sehingga mereka hampir tidak pernah bertemu selama liburan. Hari pertama sekolah sangat menyenangkan, apalagi hari ini belum mulai pelajaran. waktu terasa cepat sekali berlalu. Tiba saatnya pulang sekolah.
Seperti biasanya, Faza berangkat dan pulang sekolah dengan bersepeda. Sesampainya di rumah, Faza segera memasukkan sepedanya ke garasi, kemudian masuk ke dalam rumah. Dari dalam rumah terdengar suara Bunda dan Mala. Sepertinya mereka berada di dapur. Mala pulang lebih awal, karena ia masih TK.
“Assalamualaikum. Bunda, Faza pulang,”
“Waalaikum salam. Bunda di dapur sayang,” sahut Bunda.
Faza menyusul Bunda ke dapur. Rupanya Bunda sedang menyiapkan makan siang. “Bunda masak apa hari ini?” tanya Faza sambil mencium tangan Bunda.
“Bunda masak sayur sop dan ayam goreng. Ayo lekas ganti baju dan sholat sayang, setelah itu kita makan bersama-sama,” kata Bunda.
“Baik Bun,”  Jawab Faza sambil berjalan menuju Kamar.
Baru beberapa langkah Faza berjalan menuju kamar, tiba-tiba Bunda memanggil. “Tunggu Faza!” kata Bunda tiba-tiba. “Bunda lupa, Ada paket untukmu. Bunda letakkan di meja ruang tengah,”
“Paket? Dari siapa Bunda?” tanya Faza penasaran.
“Kamu lihat saja sendiri. Nanti Kamu pasti tahu,” jawab Bunda.
Faza segera berjalan menuju ruang tengah. Sebuah kotak terbungkus kertas warna coklat ada di atas meja. Setelah diamati, ternyata pada pembungkus paket itu tidak tertulis, siapa pengirim paket itu. Faza penasaran. Digoyang-goyangkannya kotak itu. Duk...duk..duk.... Seperti ada benda yang agak berat bergerak-gerak di dalamnya. Faza jadi semakin penasaran.
Faza segera mengambil gunting. Dengan hati-hati dibukanya kertas pembungkus kertas itu. Ternyata isi paket itu adalah sepasang sepatu bola. Sepatu bola merek terkenal, yang bahkan Faza tidak pernah berharap bisa membelinya karena terlalu mahal untuknya. Selain sepasang sepatu di dalam kotak tersebut juga terdapat sebuah amplop. Dari surat di dalam amplop tersebut, Faza tahu kalau yang mengirim sepetu tersebut adalah Om Farhan. Om Farhan adalah adik Bunda yang tinggal di Jakarta. Rupanya Om Farhan mengetahui dari Eyang, kalau Faza kemarin meraih rangking satu di kelasnya. Om Farhan mengirimkan sepatu itu sebagai hadiah untuk Faza. Om Farhan juga berpesan agar Faza semakin rajin belajar.
Namanya rezeki memang tidak akan kemana. Faza tidak jadi membeli sepatu dengan uangnya sendiri, malah mendapatkan sepatu yang lebih bagus dengan cuma-cuma. Faza jadi teringat salah satu nasehat Bunda. Bunda pernah berkata, setiap perbuatan baik akan dibalas Allah dengan berlipat ganda. Baru sekarang Faza jadi lebih mengerti maksud perkataan Bunda itu.

Pecahnya Kaca Perpustakaan



Cerpen Anak Pecahnya Kaca Perpustakaan
Cerita Anak Pecahnya Kaca Perpustakaan
Siang hampir mencapai puncaknya. Sinar matahari terasa semakin membakar kulit. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat siswa kelas 5A dan  kelas 6B yang tengah bertanding sepak bola di lapangan olah raga SD Cendikia Mulia dalam pertandingan olah raga antar kelas. Teman-teman sekelas mereka, berkerumun di sekeliling lapangan memberikan semangat. Pertandingan akan berakhir dalam beberapa menit, kedudukan sementara 2-1 untuk tim kelas 6B. Berulang kali kedua tim nyaris menggawangkan bola, namun karena pertahanan yang tangguh, semuanya kandas. Suasana menjadi riuh rentak setiap terjadi pergelutan seru di sekitar gawang.
Kegembiraan yang sama tidak dirasakan Adam. Adam hanya duduk di bawah pohon di tepi lapangan, iseng mempermainkan sebuah batu dengan kaki kanannya. Hatinya kesal. Seharusnya hari ini Adamlah yang menjadi bintang lapangan. Sebagai penyerang dia sudah banyak berperan dalam membawa tim kelas 5A ke babak final, namun karena cidera yang dia alami pada pertandingan terakhir melawan tim kelas 5B, ia harus absen dari pertandingan. Memang kaki Adam tidak terluka, tapi kondisinya tetap tidak memungkinkan untuk bertanding. Dan yang lebih menyebalkan, di saat seperti ini tidak ada seorangpun yang berada di sampingnya. Padahal dialah yang mengantarkan tim kelas 5A menuju kemenangan.
“Semua ini gara-gara Rico...,” gerutu Adam dalam hati. Matanya melirik tajam ke arah gedung perpustakaan di belakangnya. Di sana Rico tengah berdiri sambil menikmati segelas Milkshake di bawah jendela bagian belakang perpustakaan sekolah, tangan kirinya memegang pemukul untuk permainan kasti, memang kelas 5B baru saja menyelesaikan final pertandingan kasti dengan kelas 6A. Kemarin saat pertandingan antara kelas 5A dan kelas 5B, Adam dan Rico berebut bola di depan gawang, hingga akhirnya  Adam terjatuh dan tangannya terkilir.
Meskipun sama-sama siswa kelas 5, tubuh Rico jauh lebih besar dibandingkan Adam, bahkan diantara semua siswa kelas 5, tubuh Rico-lah yang paling tinggi dan kekar. Hal itu tidak mengherankan karena Rico pernah tinggal kelas. Kulitnya yang hitam dan matanya yang tajam, membuat penampilan Rico terlihat sangar. Rico juga termasuk anak yang sering berbuat ulah, membolos, membuat kegaduhan di kelas, tidak mengerjakan PR, juga kebiasaannya berbohong sering kali membuat Rico dipanggil ke ruang guru. Adam bahkan pernah mendengar, kabar burung yang mengatakan, jika sekali lagi Rico berbuat ulah, dia akan dikeluarkan dari sekolah. Adam berpikir pasti sekolah mereka pasti akan lebih aman jika Rico benar-benar dikeluarkan dari sekolah. Hati Adam sedikit mendendam, Rico memang tidak sengaja mencederai Adam, tapi tetap saja dia berpikir, karena peristiwa itu Adam tidak dapat bertanding di babak final. Tetapi Adam terlalu takut untuk melawan Rico, karena itu, Adam hanya bisa menggerutu dalam hati.
“ Ayo...ayo... ayo...,”. teriak para supporter di lapangan bola membuyarkan lamunan Adam. Lima menit lagi pertandingan berakhir, terjadi pergumulan seru kembali di depan gawang kelas 6B. Dafa, striker kelas 5A, di hadang Huda dari tim kelas 6B. Setelah pergumulan seru, akhirnya Dafa berhasil mencuri kesempatan menendang bola. Bola pun menggelinding cepat kearah kanan gawang. Ilham sang penjaga gawang bergegas mengejar bola, tapi tubuhnya terpelanting ke tanah. Bola tak terkejar...Tapi.... bola justru membentuk tiang gawang, kemudian terpental menjauhi gawang. Aaaahhhh....teriak Adam kesal. Seandainya saja dia yang menendang bola, mungkin hasilnya akan berbeda. Reflek badannya berputar dan kakinya menendang batu yang sejak tadi dipermainkannya.
Bersamaan dengan bunyi peluit terakhir, praaaangg.... tiba-tiba kaca perpustakaan yang berada tepat di belakang Rico, pecah berantakan. Semua mata menoleh ke arah Rico. semua orang mengira Rico yang memecahkan kaca tersebut. Semua orang, kecuali Adam.
Setelah kejadian itu, Pak Anton mengumumkan melalui pengeras suara, bahwa para siswa diperintahkan masuk ke kelas masing-masing, sedang Rico dibawa ke ruang guru. Meskipun tidak mengaku bahwa ia yang menyebabkan pecahnya kaca ruang perpustakaan, namun Rico juga tidak dapat membuktikan kalau bukan dia pelakunya. Banyak yang tidak mempercayai perkataan Rico, karena mereka tahu Rico sering berbohong, apalagi saat itu Rico memang sedang membawa pemukul kasti. Semua anak tak berhenti membicarakan nasib Rico, hingga bel pulang berbunyi. Beberapa anak berkata, mungkin saja Rico akan dikeluarkan dari sekolah.
Sepanjang perjalanan pulang, Adam terus memikirkan apa yang baru saja terjadi, Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya. Adam terlalu takut untuk mengakui kesalahannya sendiri. Selain takut dirinya akan dihukum, Adam ingin membiarkan Rico di anggap bersalah, sebagai pembalasan atas perbuatan Rico padanya kemarin. Tapi hati kecilnya berkata, ini tak adil untuk Rico. Mungkin Rico akan dikeluarkan dari sekolah, karena satu hal yang bukan benar-benar kesalahannya.
Hingga larut malam, Adam tidak  bisa tidur. Tok.. tok, tok, “ Kamu belum tidur sayang?” Terdengar suara mama dari arah pintu. “ Belum Ma..,”. jawab Adam singkat.
Mama Adam membuka pintu, lalu duduk di sebelah Adam. “Anak mama kenapa sih? Sejak tadi siang mama perhatikan, seperti ada yang kamu pikirkan. Coba cerita sama mama, mungkin Mama bisa bantu!” Adam tidak segera menjawab pertanyaan mamanya. Dilingkarkannya kedua tangannya di pinggang mamanya. Mama Adam memeluk anaknya penuh kasih sayang. Memeluk pinggang mamanya selalu bisa membuat Adam merasa tenang.
Setelah perasaannya tenang, Adam mulai menceritakan masalah yang mengganggu pikirannya. Mama mendengarkan cerita Adam dengan penuh perhatian. Sesekali Mama mengangguk-anggukkan kepalanya. Mama Adam tersenyum lembut saat Adam mengakhiri ceritanya.
“Sayang..., Mama senang kamu mau cerita sama Mama. Kalau menurut Mama, sebaiknya kamu berkata jujur. Kamu tahu kenapa? Karena setiap hal yang kita lakukan di dunia ini, harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Dan kamu ingat kan? Setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan oleh Tuhan, tapi kalau kamu mencelakakan Rico, apa kira-kira balasannya?” Ucap mama Adam dengan lembut.
Adam tertegun, merenungkan pertanyaan mamanya. “ Tapi Adam takut Maa..,”.
“ Kenapa harus takut. Adam kan sudah besar, perlu belajar untuk menjadi pria yang bertanggung jawab. Orang yang bertanggung jawab itu, harus siap menanggung segala akibat atas perbuatannya bukan? “ ucap mama sambil tersenyum.
Adam tidak menjawab, tangannya semakin erat memeluk mamanya. “Dengar Sayang..,” kata mama Adam kemudian. “ Kalau kamu tidak berkata jujur, kamu nantinya akan dihantui rasa bersalah. Coba kamu renungkan, bagaimana nasib Rico selanjutnya, kalau dia benar-benar dikeluarkan dari sekolah?”
“ Jadi Adam harus jujur ya Ma?” tanya Adam. “Ya iya dong sayang.... Coba Kamu bayangkan, kalau misalnya Kamu yang ada di posisinya Rico! Kamu harus menerima hukuman, padahal bukan Kamu yang memecahkan kaca itu. Kamu mau tidak?” tanya Mama Adam.
“Iya Ma, Mama benar. Besok Adam akan menceritakan yang sebenarnya sama Pak Ilyas. Adam akan menerima hukuman apapun yang diberikan Pak Ilyas Ma,”
“ Nah begitu, baru anak Mama... Mama bangga, Kamu belajar bertanggung jawab atas apa yang sudah Kamu lakukan. Perlu Mama antar sayang?”
“ Nggak usah Ma, Adam kan sudah besar”
“Wah... Mama semakin bangga sama kamu, sayang... “ Ucap Mama Adam sambil mengecup kening anak kesayangannya. “Ya sudah, sekarang kamu tidur, supaya besok tidak bangun kesiangan”. Ucap mama mengakhiri percakapan. Adam akhirnya dapat tidur dengan tenang.
Keesokan harinya, Adam benar-benar menghadap Pak Ilyas dan menceritakan kejadian yang sebenarnya. Ternyata berkata jujur tak sesulit yang dibayangkan. Hukuman berat yang selama ini ditakutkan Adam juga tak menjadi kenyataan. Adam hanya disuruh mengganti kaca yang pecah dan membantu membersihkan ruang perpustakaan selama satu minggu. Pak Ilyas memaklumi, karena hal tersebut terjadi, bukan karena faktor kesengajaan. Bahkan Adam mendapatkan teman baru sekarang. Rico yang merasa sangat berterima kasih, karena kejujuran Adam, kini menjadi sahabat barunya.


Cerita di atas adalah salah satu cerpen dalam buku kumpulan cerpen yang saya tulis dan diterbitkan pada tahun 2017. Terima kasih sudah membaca. Mohon kritik dan sarannya ya !!

Buku Terjebak di Sarang Penjahat

Judul: Terjebak di sarang penjahat, kumpulan cerpen anak
Penerbit: Penerbit Haekal Inti Pustaka
Pengarang: penulis, Asih Pujiariani ; editor, Nur Hadi ; penyunting, Siti Rofiatun
Tahun: 2018
ISBN: 978-602-61676-4-4

Tentang Blog Ini


Blog "Kelas Tematik Bu Asih" adalah sebuah blog pendidikan yang ditargetkan untuk siswa siswi SD. Konten utama dalam blog ini adalah materi pelajaran dan bank soal khususnya untuk siswa sekolah dasar ditambah sedikit maateri untuk siswa SMP. Selain kedua konten utama tersebut, beberapa konten yang juga memeriahkan blog ini adalah info seputar pendidikan, informasi tentang perkembangan sains dan teknologi, juga cerita-cerita dan puisi anak.

Pengembang blog ini adalah seorang guru sekolah dasar yang berharap bisa sedikit memberi sumbang sih bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menyediakan alternatif sumber belajar tambahan, selain yang terdapat dalam buku siswa, sambil terus membuat dirinya belajar dan memperkaya pengetahuan. 

Jenis Paragraf

Jenis Paragraf
Jenis Paragraf

Paragraf adalah gabungan beberapa kalimat. Tidak semua gabungan kalimat bisa disebut sebagi sebuah paragraf. kalimat-kalimat yang acak tidak dapat disebut paragraf. Hanya kalimat-kalimat yang disusun secara padu. Jadi kalimat-kalimat dalam satu paragraf harus saling berhubungan dan memiliki satu ide atau gagasan yang sama.
Gagasan utama atau ide pokok dalam setiap paragraf hanya ada satu. Kalimat dalam paragraf yang mengandung ide pokok disebut kalimat utama. Kalimat utama daat terletak di bagian awal, akhir, atau awal dan akhir paragraf. Kalimat lain yang bukan merupakan kalimat utama, disebut kalimat penjelas atau kalimat pengembang. Kalimat penjelas berfungsi menjelaskan kalimat utama. 
Sebuah paragraf tersusun atas kalimat-kalimat. Ada kalimat dalam paragraf yang merupakan kalimat utama. Kalimat lain dalam paragraf disebut kalimat penjelas atau kalimat pengembang. Kalimat utama merupakan kalimat yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Kalimat penjelas adalah kalimat-kalimat yang menjelaskan kalimat utama.
Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dibedakan menjadi paragraf deduktif, paragraf induktif dan paragraf campuran. Paragraf deduktif ialah paragraf yang kalimat utamaya terletak di bagian awal. Paragraf Induktif ialah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Paragraf campuran adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada kalimat pertama dan kalimat terakhir.

Contoh paragraf deduktif adalah sebagi berikut:
Air mempunyai peranan yang sangat penting, baik bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Bagi manusia air dimanfaatkan sebagai air minum, untuk mandi dan membersihkan diri, memasak, mencuci, sebagai pembangkit tenaga listrik, sarana transportasi juga olah raga. Bagi hewan, air juga sangat penting. Tanpa air minum, dalam beberapa hari saja hewan akan mati. Hal yang sama juga berlaku pada tumbuhan.
 Contoh paragraf induktif adalah sebagai berikut:
Setiap hari kita membutuhkan setidaknya 8 gelas air minum. Untuk sikat gigi dan mandi, kita juga membutuhkan air. Kita juga membutuhkan air untuk mencuci dan memasak. Selain itu, kita juga membutuhkan air untuk bercocok tanam dan berbagai keperluan lain. Memang air sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Contoh paragraf campuran adalah sebagai berikut:
Air sangat penting bagi kehidupan manusia. Banyak sekali aktivitas sehari-hari kita yang membutuhkan air. Mulai dari minum, memasak, mandi, menyikat gigi, mencuci baju, dan sebagainya. Banyaknya aktivitas manusia yang memerlukan air, membuktikan betapa pentingnya peranan dalam kehidupan manusia. 



Pelajaran Berharga untuk Mia


Cerpen Anak Pelajaran Berharga untuk Mia

Mia adalah siswi kelas lima yang rajin dan pintar, hampir setiap ulangan semester ia mendapatkan nilai yang paling tinggi dibandingkan teman-temannya. Meskipun rajin dan pintar, Mia punya satu sifat buruk, yaitu sedikit sok kuasa. Mia selalu merasa paling pintar dan paling benar diantara teman-temannya, sehingga jika ada tugas kelompok Mia yang akan membagi tugas dan mengatur teman-temannya dalam mengerjakan tugas. Terkadang bahkan Mia mengerjakan sendiri, semua tugas yang seharusnya dikerjakan secara berkelompok.
Sebenarnya sifat Mia tersebut tidak selalu merugikan teman-temannya. Ada saatnya cara Mia mengatur teman-temannya, membuat tugas kelompok yang diberikan Bu Guru cepat selesai, tetapi yang kadang-kadang juga teman-teman sekelompok Mia jadi tidak memahami materi yang diberikan Bu Guru. Padahal Bu Guru memberikan tugas kelompok agar setiap anggota kelompok dapat saling membantu dalam belajar.
Jika teman-teman Mia memberikan usul saat diskusi kelompok, Mia lebih sering mengabaikan atau menyanggah usul tersebut. Mia berfikir, ia yang paling pintar, jadi pasti selalu lebih benar dibanding teman-temannya. Kadang-kadang Mia malah marah jika ada temannya ada yang mengajukan usul yang tidak sesuai dengan pendapat Mia sendiri. Kalau sudah begitu, teman-teman Mia lebih memilih untuk mengalah.
Kali ini Bu Aryani, yang mengajar kelas lima, memberikan tugas untuk membuat dialog dan memperagakannya di depan kelas. Tugas tersebut harus dikerjakan secara berkelompok. Dalam tugas tesebut Mia satu kelompok dengan Dea, Maya, dan Caca.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Bu guru mengenai tugas dalam pelajaran IPA tersebut, Mia meminta teman-temannya berkumpul di rumahnya sepulang sekolah. Mia meminta mereka datang tepat pukul satu siang. “Nanti Kita berkumpul di rumahku tepat jam satu siang ya! Awas jangan telat!” kata Mia tanpa meminta pendapat teman-temannya lebih dahulu.
“Tapi Mia, aku tidak...,” kata Dea dengan ragu-ragu.
“Kamu kenapa? Kamu nggak mau? Ya sudah, tidak usah satu kelompok denganku saja,” Potong Mia. Ia bahkan tidak mau mendengarkan kata-kata Dea hingga selesai.
“Bukan begitu Mia, kalau ....,” belum lagi Dea menyelesaikan kat-katanya Mia kembali memotong perkataan Dea.
“Sudah... sudah! Pokoknya aku tidak mau ada alasan apapun. Kalau siapapun diantara Kalian tidak datang tepat jam satu siang, Kalian tidak usah satu kelompok denganku,” Kata Mia dengan nada yang meninggi. “Awas ya, jangan sampai telat!” lanjut Mia.
Melihat Mia yang sudah mulai marah-marah, Dea, Maya dan Caca tidak berani bicara lagi. Mereka sudah faham tabiat Mia. Kalau sudah mulai marah seperti itu, kata-kata siapapun tidak akan didengarkan oleh Mia.
Siang itu, tak satupun teman sekelompok Mia datang ke rumahnya. Mia merasa kesal sekali. Ia marah karena teman-temannya mengabaikan kata-katanya.
Keesokan harinya Mia mendiamkan teman-temannya. Mia masih marah karena kejadian  hari sebelumya. Bahkan Mia masih mendiamkan teman-temannya hingga seminggu kemudian. Mia lebih memilih untuk menyelesaikan tugasnya sendiri. Ia berpikir, tanpa bantuan teman-temannyapun Mia dapat menyelesaikan semua tugas dengan baik, karena ia pintar. Mia berpikir teman-temanya yang rugi, karena tidak jadi teman satu kelompok Mia.
Akhirnya tibalah hari pengumpulan tugas. Kelompok Mia mendapatkan giliran yang pertama untuk maju ke depan kelas. “Baiklah, sekarang Kita persilahkan kelompok Cut Nyak Dien untuk memperagakan dialog yang telah dibuat. Silahkan Dea, Mia, Maya dan Caca”. Kata Bu Aryani
Mendengar perintah Bu Aryani, Mia jadi kaget. Karena marah, Mia jadi lupa, kalau setiap kelompok juga harus memperagakan dialog yang dibuat di depan kelas. Bagaimana mungkin Mia dan teman kelompoknya memperagakan dialog tersebut di depan kelas, karena Mia sendirilah yang membuat dialog itu, sedangkan teman-temannya tidak tau sedikitpun isi dialog tersebut.
“Ayo Mia, .... Dea...! Kok diam saja? Jangan katakan kalau kalian belum siap!” kata Bu Aryani, ketika tak satupun anggota kelompok Cut Nyak Dien maju ke depan kelas.
Dea, Maya dan Caca hanya saling pandang dengan wajah sedikit tertunduk. Semetara itu wajah Mia mulai memerah. Mia merasa marah sekaligus malu. Marah karena Mia menganggap teman-temannya tidak bisa diajak bekerja sama, sehingga Mia tidak dapat menyelesaikan tugas dari Bu Aryani dengan baik. Malu karena Mia tidak melaksanakan tugas dengan baik, juga malu karena karena ketahuan tidak kompak dengan teman-temannya.
“Mia... Dea.... Caca.... Maya.... ada apa? Apakah kalian belum menyelesaikan tugas dari Ibu?” tanya Bu Aryani sambil mendekat ke arah bangku mereka berempat.
“Sudah Buat kok Bu,” Jawab Mia masih dengan wajah tertunduk. Mia kemudian menyerahkan naskah dialog yang sudah dibuatnya pada Bu Aryani.
Bu Aryani membaca naskah dialog yang diberikan oleh Mia. “Bagus kok! Terus kenapa, dari tadi kok belum maju juga? Apakah kalian tidak mengerjakannya bersama-sama?”  tanya Bu Aryani lagi.
“Iya Bu, habis mereka tidak mau ikut mengerjakan,” Jawab Mia.
Mendengar kata-kata Mia, Caca segera menyahut “ Bohong Bu, Mia sendiri yang tidak mau sekelompok dengan Kami. Jadi kami bertiga membuat sendiri, tanpa Mia. Ini Bu, dialog yang Kami buat,” kata Caca sambil menyerahkan hasil kerjanya bersama Maya dan Dea.
“Betul Bu! Mia bilang kalau Kami tidak bisa datang tepat jam satu ke rumahnya, kami tidak boleh satu kelompok dengan Mia. Padahal hari itu Saya dan Caca ada latihan taekwondo, sedangkan Maya hari itu harus pergi ke rumah neneknya bersama kedua orang tuanya,” tambah Dea.
“Kok Kamu nggak bilang sebelumnya?” jawab Mia. Mia semakin emosi karena merasa dipojokkan.
“Bukan Kami yang tidak mau bilang, tapi Kamu yang tidak mau mendengarkan alasan Kami,” Jawab Caca.
Mia kemudian teringat percakapannya dengan teman-temannya seminggu yang lalu. Mia mulai menyadari kesalahannya. Ternyata semua ini terjadi karena sikapnya yang selalu mau menang sendiri. Mia sadar, seharusnya ia mau mendengarkan alasan teman-temanya waktu itu.
Bu Aryani kemudian menengahi perselisihan antara Mia dan teman-temannya. Mereka diberi kesempatan untuk bersama-sama memperbaiki dialog yang sudah dibuat agar dapat diperagakan bersama-sama.
Bu Aryani juga menasehari Mia agar memperbaiki sikapnya. Sikap sombong dan sok kuasa pada akhirnya akan merugikan Mia sendiri. Bu Aryani juga meminta Mia dan teman-temannya untuk saling memaafkan. Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga untuk Mia. 



Cerita di atas adalah salah satu cerpen dalam buku kumpulan cerpen yang saya tulis dan diterbitkan pada tahun 2017. Terima kasih sudah membaca. Mohon kritik dan sarannya ya !!

Judul: Terjebak di sarang penjahat, kumpulan cerpen anakPenerbit: Penerbit Haekal Inti PustakaPengarang: penulis, Asih Pujiariani ; editor, Nur Hadi ; penyunting, Siti RofiatunTahun: 2018ISBN: 978-602-61676-4-4