This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Soal PTS PJOK Kelas 5 Semester 2

 

Soal PTS PJOK Kelas 5 Semester 2
Soal PTS PJOK Kelas 5 Semester 2 



Menentukan Akar Pangkat 3 dengan Faktorisasi Prima

Oke,  sebelum kita bahas lebih lanjut, simak penjelasan dalam video berikut dahulu ya!



Beberapa hal penting dari penjelasan di atas adalah:

Menentukan Akar Pangkat 3 suatu bilangan kubik juga dapat dihitung dengan Faktorisasi Prima. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Menentukan Akar Pangkat 3 dengan Faktorisasi Prima
Menentukan Akar Pangkat 3 dengan Faktorisasi Prima


  1. Lakukan faktorisasi prima pada bilangan kubik yang akan ditentukan akar angkat 3-nya.
  2. Kelompokkan bilangan prima yang dihasilkan, sehingga setiap kelompok terdiri atas 3 bilangan prima yang sama.
  3. ambil 1 perwakilan dari masing-masing kelompok, kemudian kalikan. Akar pangkat 3 bilangan kubik tadi adalah hasil perkalian dari semua perwakilan kelompok bilangan prima yang dihasilkan.

 


Menentukan Akar Kuadrat dengan Faktorisasi Prima

Oke,  sebelum kita bahas lebih lanjut, simak penjelasan dalam video berikut dahulu ya!



Selain dengan cara mengira, menentukan akar dari suatu bilangan kuadrat dapat dilakukan melalui faktorisasi prima.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menentuak akat kuadrat melalui faktorisasi prima adalah:

  1. Lakukan faktorisasi prima pada bilangan kuadrat yang akan ditentukan akarnya


    Menentukan Akar Kuadrat dengan Faktorisasi Prima
    Menentukan Akar Kuadrat dengan Faktorisasi Prima

  2. kelompokkan hasil faktorisasi prima menjadi keompok-kelompok yang masing-masing terdiri atas 2 bilangan prima yang sama
  3. Ambil perwakilan dari masing-masing kelompok, kemudian kalikan 

    Menentukan Akar Kuadrat dengan Faktorisasi Prima
    Menentukan Akar Kuadrat dengan Faktorisasi Prima


Untuk membantumu memahami langkah-langkah di atas, simak kembali penjelasan dalam video tadi ya!


Perbedaan Campuran Homogen dan Campuran Heterogen

Kelas           : V (lima)
Semester     : 2/ genap
Tema           : 9. Benda-Benda di Sekitar Kita
Subtema      : 1. Benda Tunggal dan Campuran
KD              :
3.9 Mengelompokkan materi dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan komponen penyusunnya (zat tunggal dan campuran).

===================================

Sebelumnya kita sudah membahas pengertian zat tunggal, campuran homogen, dan campuran heterogen.  Selanjutnya kita akan belajar lebih lanjut mengenai ciri-ciri yang membedakan campuran homogen dan heterogen.
Perbedaan antara campuran homogen dan campuran heterogen dapat kalian lihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 1
Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen
Ciri Campuran Homogen
Ciri Campuran Heterogen
 Warnanya sama rata  Warnanya tidak sama rata
 Pemisahan campuran sulit
 Pemisahan campuran lebih mudah
 Zat penyusunnya tidak dapat dibedakan
 Zat penyusunnya dapat dibedakan
 Mempunyai persamaan rasa
 Rasanya cenderung tidak sama
 Ciri Campuran Homogen
 Ciri Campuran Heterogen
 Zat-zat yang tercampur mempunyai  perbandingan yang sama.  Zat-zat yang tercampur mempunyai  perbandingan yang tidak sama.
 Mempunyai tingkat konsentrasi yang sama.  Mempunyai tingkat konsentrasi yang tidak sama.

Dalam artikel Mengenal dan Membedakan Zat Tunggal dan Campuran kita telah menyebutkan beberapa contoh campuran homogen dan heterogen. Namun ada baiknya kita pelajari lebih banyak contoh kedua jenis campuran tersebut yang sering kita jupai dalam kehidupa sehari-hari.

Contoh-contoh Campuran Homogen
Beberapa contoh campuran homogen yang dengan mudah kita temukan  dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
1. Air 
Air murni, termasuk zat tunggal, namun air yang kita gunakan sehari-hari umumnya tercampur dengan zat-zat lain. Mengapa? Karena air mempunyai sifat sangat mudah melarutkan zat-zat lain, apalagi zat cair.  Meskipun terlihat jernih, tidak berbau dan tidak berasa, air keran, air hujan, atau air sumur biasanya mempunyai kandungan gas dan mineral yang terlarut. Kedua zat tersebut dilarutkan dengan sempurna di dalam air, sehingga kita tidak dapat membedakan zat-zat yang tercampur tersebut dari air murni. Air murni baru akan kita dapatkan melalui proses penyulingan.
Proses Penyulingan

2. Kecap
Kalian tentu mengenal kecap bukan? Berbagai masakan khas Indonesia seperti semur, soto, bakso, biasanya dibuat atau disajikan dengan kecap. Kecap juga termasuk contoh campuran homogen. Kecap terbuat dari air, sari kedelai, garam, dan bumbu-bumbu. Kita tidak lagi dapat membedakan bahan-bahan penyusun kecap. Di semua bagian warna kecap sama. Begitu pula rasa dan kekentalannya. 

3. Obat kumur
Apa kalian biasa menggunakan obat kumur setelah menyikat gigi? Bagaimana warna obat kumur? Apakah merata di semua bagian? Bagaimana rasanya? Apakah sama, pada bagian atas botol dengan yang berada di bagian tengah dan bawah? Obat kumur dibuat dari air, alkohol dan berbagai bahan kimia berbeda. 

4. Air Deterjen
Untuk memcuci pakaian kita biasanya menggunakan deergen yang dilarutkan dengan air. Air deterjen juga merupakan campuran homogen dari air, sabun dan bahan kimia lainnya.

5. Udara.
Udara yang  kita hirup merupakan campuran homogen dari oksigen, hidrogen, nitrogen, karbon dioksida, argon dan beberapa senyawa serta unsur lain yang mempunyai jumlah lebih kecil. Selain itu, lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi juga merupakan campuran homogen.

6. Parfum
Parfum juga merupakan campuran homogen sempurna antara bahan-bahan kimia dan pewarna. Kalian tidak dapat membedakan lagi komponen-komponen penyusun parfum bukan?

7. Kopi instant (tanpa ampas) 
Campuran antara kopi instant dengan air merupakan campuran homogen. Lain jika kopi tersebut bukan kopi tubruk. Pada kopi tubruk, biji kopi yang dihaluskan diseduh dengan air sehingga menghasilkan minuman yang memiliki cita rasa dan aroma seperti biji kopi tersebut, tapi kita masih dapat menemukan butiran0butiran biji kopi yang halus, apalagi jika kita diamkan beberapa saat. Setelah didiamkan beberapa menit saja, ampas kopi adakan mengendap di dasar cangkir atau gelas. Itulah mengapa kopi tubruk tidak termasuk campuran homogen.

8. Minuman
Banyak minuman yang kitA minum sehari-hari merupakan campuran homogen, contohnya jus buah, atau susu atau air teh (tanpa ampas tentunya).

9. Logam 
Beberapa jenis logam, merupakan perpaduan antara 2 logam murni atau lebih. Logam semacam itu, merupakan campuran homogen.  Contoh logam campuran adalah: 
Perunggu yang merupakan campuran antara tembaga, timah dan beberapa unsur lain
Amalgam, merupakan  paduan antara raksa dengan logam lain.
Kuningan -paduan logam tembaga dan logam seng 


Contoh Campuran Heterogen

Berikut beberapa contoh campuran heterogen dalam kehidupan sehari-hari.

  • Sayur sup
  • Campuran pasir dan kapur
  • Campuran semen dengan pasir
  • Semangkuk sereal dengan susu
  • Salad 
  • Kerikil dengan tanah
  • Air dengan tanah
  • Air dengan bensin
  • Air dengan minyak tanah
  • Air dengan pasir
  • Air dengan minyak goreng
  • Air dengan oli mesin
  • Air dengan solar, dll
Pada campuran-campuran di atas, kita dengan mudah membedakan komponen-komponen penyusunnya.


Keterangan:
konsentrasi
* persentase kandungan bahan di dalam satu larutan

Penilaian Harian Bahasa Jawa Kelas 4 Piwulang 6

Penilaian Harian Bahasa Jawa Kelas 4 Piwulang 6
Penilaian Harian Bahasa Jawa Kelas 4 Piwulang 6

Penilaian Harian Bahasa Jawa Kelas 4 Piwulang 6







Soal Latihan kelas 5 Tema 1 Subtema 2

 

Soal Latihan kelas 5 Tema 1 Subtema 2
Soal Latihan kelas 5 Tema 1 Subtema 2

Soal Latihan kelas 5 Tema 1 Subtema 2




Soal Evaluasi Kelas 4 Tema 3

Soal Evaluasi Kelas 4 Tema 3
Soal Evaluasi Kelas 4 Tema 3


 PENILAIAN AKHIR SEMESTER I SEKOLAH DASAR


Tema : 4

K e l a s : III (Tiga)





Soal Evaluasi Tema 1 Kelas 5





Soal Evaluasi 

Kelas       :  5 

Semester :  1

Tema    :  1 





Macam Kelainan pada Otot

Sebagai organ gerak aktif otot kita tentu terus bekerja. Tidak jarang otot juga mengalami gangguan karena berbagai sebab. Beberapa gangguan yang dapat terjadfi pada otot antara lain:

  1. Kram
    Banyak orang mengalami kram (kejang otot) saat latihan (berolah raga). Jika hal tersebut terjadi tentu akan menghambat pencapaian hasil latihan yang diharapkan. Mengapa kram dapat terjadi?

    Penyebab Kram
    Kram merupakan kontraksi singkat yang muncul secara tiba-tiba dan terasa sakit sekali pada otot. Kram sering dialami orang yang melakukan olah raga berat. Penyebab pasti mengapa kram terjadi, belum diketahui dengfan pasti. Beberapa pakar berpendapat kram terjadi karena krangnya pemanasan/ peregangan sebelum berolah raga. Pakar lain berpendapat, kram merupakan salah satu tanda tubuh mengalami dehidrasi. Ada juga pakar yang percaya penyebab kram adalah penurunan kadar garam dan mineral penting dalam tubuh.

    Cara Mencegah Kram
    Salah satu cara terbaik mencegah kram adalah melakukan peregangan atau pemanasan sebelum berolah raga. Peregangan meningkatkan kesehatan dan kelenturan otot kita, sehingga tidak mudah mengalami kram.


  2. Nyeri Otot
    Nyeri otot atau sering disebut mialgia dapat merupakan gejala dari banyak pengakit atau gangguan pada tubuh, namun dapa juga disebabkan penggunaan otot yang salah atau berlebihan, misalnya akibat melakukan olah raga atau pekerjaan yang berat. Namun, nyeri otot juga dapat terjadi akibat kurang tidur, kekuranggan vitamin, atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu. 

  3. Tendinitis
    Tendinitis merupakan peradangan pada tendon.Tendon merupakan penghubung otot dengan tulang. Radang tendon dapat terjadi karena olah raga yang berlebihan atau gerakan yang dilakukan berulang-ulang.

  4. Tetanus
    Tetanus disebabkan oleh gangguan bakteri Clostridium tetani. Racun tetanospasmin yang dihasilkan bakteri tersebut menyebabkan urat saraf dan otot menjadi kaku, akibatnya rahang mengunci(lockjaw), punggung melengkung, kejang dan mengalami gangguan pernapasan. 


    Penyakit Tetanus
    Penyakit Tetanus

    Bakteri tetanus banyak ditemukan di tanah, kotoran manusia, juga kotoran hewan. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka akibat tertusuk paku atau jarum, kecelakaan lalu lintas, terbakar, digigit hewan, atau penggunaan alat yang tidak steril pada bayi.
    Mencegah Tetanus melalui vaksinasi jauh lebih baik daripada mengobatinya. Di Indonesia vaksin tetanus termasuk imunisasi wajib yang harus diebrikan secara berkala sejak bayi.
    Selain imunisasi, karena titanus masuk melalui luka, sebaiknya bersihkan luka dengan baik, untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

  5. Distrofi Otot
    Distrofi otot adalah penyakit generatif yang menyebabkan otot menjadi lemah, mengecil, dan kehilangan fungsinya. Distrofi otot dapat dialami oleh anusia pada semua golongan usia, tetapi umumnya, penyakit ini muncul sejak masa kanak-kanak. Pada kondisi yang parah, penderita distrofi otot dapat kehilangan kemampuan berjalan, berbicara, atau merawat diri.

  6. Hipertrofi Otot
    Hipertrofi merupakan kebalikan dari atrofi. Pada penderita hipertrofi, otot menjadi lebih besar dan lebih kuat. Hal iini terjadi karena aktivitas otot yang berlebihan, (bekerja atau latihan olah raga). Sebenarnya hipertrofi tidak enimbulkan gangguan kesehatan, bahkan untuk olah raga binaraga, hal ini merupakan hal yang baik. 
Itulah tadi beberapa gagguan yang dapat terjadi pada otot kita. Untuk mengetahui bagaimana menjaga kesehatan otot, baca juga :

Bagaimana Menjaga Ototmu Tetap Sehat

    Referensi:
    Irianto, Koes (2017) Anatomi dan Fisiologi. Bandung: Alfabeta
    https://www.alodokter.com/distrofi-otot
    https://www.alodokter.com/tetanus

      Soal Latihan Kelas 5 Tema 1 Subtema 3

      Soal Latihan Kelas 5 Tema 1 Subtema 3
      Soal Latihan Kelas 5 Tema 1 Subtema 3


      Pelajari buku kelas 5. tema 1  "Organ Gerak Hewan dan Manusia" subtema 3 "Lingkungan dan Manfaatnya", kemudian kerjakan soal-soal latihan di bawah ini!


      SOAL LATIHAN TEMA 1 SUBTEMA 3


      Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!

      1. Bacalah teks di bawah ini, kemudian tentukan ide pokok masing-masing paragraf!

        Soal Latihan Tema 1 Subtema 3
        Soal Latihan Tema 1 Subtema 3

      2. Buatlah sebuah paragraf dengan ide pokok: "Jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut"!
      3. Sebutkan 5 kelainan tulang dan penyebabnya!
      4. Sebutkan 4 kelainan otot dan penyebabnya!
      5. Sebutkan 5 cara mencegah terjadinya kelainan pada organ gerak!
      6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan komik!
      7. Perhatikan gambar di bawah ini!


        Jelaskan kemungkinan yang akan terjadi akibat kebiasaan duduk seperti pada gambar!

      8. Apa fungsi teks yang ada dalam komik?
      9. Sebutkan ciri-ciri komik!
      10. Buatlah sebuah komik yang berhubungan dengan materi yang kamu pelajari pada tema 1 kelas 5 (tema bebas)!
      11. Sebutkan  3 dampak positif kondisi geografis Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan! 
      12. Sebutkan 3 dampak negatif kondisi geografis Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan!
      13. Sebutkan 5 dampak dampak kondisi geografis Indonesia sebagai negara maritim terhadap budaya masyarakat!
      14. Sebutkan 5 dampak dampak kondisi geografis Indonesia sebagai negara maritim terhadap transportasi masyarakat!
      15. Sebutkan 3 perilaku yang mencerminkan sila pertama Pancasila!
      16. Sebutkan 3 perilaku yang mencerminkan sila ke-2 Pancasila!
      17. Sebutkan 3 perilaku yang mencerminkan sila ke-3 Pancasila!
      18. Sebutkan 3 perilaku yang mencerminkan sila ke-4 Pancasila!
      19. Sebutkan 3 perilaku yang mencerminkan sila ke-5 Pancasila!
      20. Sebutkan 3 contoh kegiatan kegiatan pengambilan keputusan yang sesuai dengan Pancasila!

      Macam Kelainan pada Tulang

       Beberapa kelaian atau gangguan yang dapat menyebabkan organ gerak pasif di tubuh kita (tulang) antara lain:

      1. Fraktura/ patah tulang

        Fraktura atau Patah tulang adalah kondisi terputusnya keutuhan susunan tulang pada tubuh manusia. Fraktura atau patah tulang dapat terjadi akibat kecelakaan, misalnya terjatuh dan tulang kita terbentur benda yang keras atau jatuh dari motor atau mobil.
        Fraktura dibedakan menjadi fraktura tertutup dan fraktura terbuka. Fraktura tertutup adalah patah tulang yang tidak sampai merobek kulit atau otot. Fraktura terbuka adalah patah tulang yang sampai menembus atau merobek kulit atau otot.

        Fraktura/ patah tulang
        Fraktura/ patah tulang

      2. Fisura/ Retak Tulang
        Fisura adalah kerusakan tulang berupa retakan. Terjadinya fisura juga biasanya akibat kecelakaan. 



      3. Osteoporosis
        Osteoporosis adalah kerusakan pada tulang yang terjadi akibat pengeroposan tulang. Sel-sel tulang hilang secara berlebihan, sehingga tidak sepadat semula dan terdapat rongga pada tulang, akibatnya tulang menjadi lemah dan tidak tekanan, benturan atau cedera (tulang mudah patah). Orang yang mengalami pengeroposan tulang sering kali gerakannya menjadi terbatas karena akan timbul rasa nyeri saat bergerak, bahkan dapat menyebabkan perubahan bentuk tubuh. 
        Osteoporosis dapat dialami oleh pria maupun wanita, dan menjelang lanjut usia, resiko mengalami osteoporosis semakin besar, karena tubuh sudah tidak dapat menyerap dan menggunakan kalsium dengan normal. Selain itu ada juga faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena osteoporosis. Faktor-faktor resiko pengeroposan tulang antara lain: usia, keturunan, jenis kelamin, merokok, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, kurangnya asupan kalsium dan vitamin D, serta kurangnya olah raga.

        Jenis kelamin menjadi faktor resiko osteoporis. Wanita memiliki resiko lebih besar untuk terkena osteoporosis karena kepadatan tulang wanita lebih rendah dibandingkan pria, selain itu, wanita cenderung hidup lebih lama, sedangkan resiko osteoporosis meningkat seiring bertambahnya usia.

      4. Lordosis
        Lordosis adalah kelainan tulang dimana tulang belakang melengkung ke dalam pada daerah lumbalis, sehingga mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang. Kelainan tulang tersebut dapat disebabkan posisi duduk yang salah.


        Kelainan Tulang Belakang

      5. Skoliosis
        Skoliosis adalah kelainan tulang dimana tulang belakang melengkung ke samping. Seperti kifosis, skoliosis juga dapat disebabkan posisi duduk yang salah.

      6. Kifosis
        Lordosis adalah kelainan tulang yang menyebabkan tulang belakang bagian bawah (tepat di atas bokong) sangat melengkung ke arah dalam. Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri punggung bawah.
        Kifosis dapat disebabkan karena osteoporosis, kegemukan/ obesitas, kehamilan, juga p
        ostur tubuh yang buruk saat duduk atau mengangkat benda berat.

      Cara Cepat Menentukan Akar Kuadrat

       

      Menentukan Akar Kuadrat dengan Cepat
      Menentukan Akar Kuadrat dengan Cepat

      Jangan stres dulu dong kalau disuruh menghitung akar kuadrat.... nggak sesulit itu kok.
      Nggak perlu mencoba-coba mengalikan beberapa bilangan. Kita akan belajar bersama cara cepat untuk menghitung akar pangkat dua (akar kuadrat) dari suatu bilangan. InsyaAlloh hanya satu kali hitung bisa  langsung ketemu akar kuadratnya.
      Ikuti langkah-langkah berikut ini!
      1. Langkah Pertama
        Pisahkan dua angka paling belakang dari bilangan yang akan kita hitung akarnya. Kita bisa memberi tanda titik (.) atau garis.


      2. Langkah kedua
        Lihatlah bilangan di depan tanda tadi (titik atau garis yang kita berikan). Dari angka ini kita akan menentukan angak pertama dari akar kuadrat yang akan kita hitung.

        Pada contoh di atas kita perhatikan angka 18 dulu (di depan tanda).
        Carilah bilangan kuadrat yang lebih kecil atau sama dengan 18.
        Bilangan kuadrat yang paling dekat dengan 18 itu 16 kan?........ 16 = 4 x 4
        Angka 4 akan menjadi angka pertama akar kuadrat (hasil). sedangkan angak 16, kita gunakan untuk mengurangi 18

      3. Selanjutnya kita kurangi angka 18 dengan 16



      4. Sekarang kita tinggal menentukan angka ke-2
        Caranya, kita cari perkalian angka yang sama yang angka terakhirnya sesuai dengan bilangan terakhir yang kita miliki.
        Pada contoh di atas, bilangan yang kita hitung angka terakhirnya adalah 9
        9 bisa dihasilkan dari perkalian 3 x3 = 9  atau 7 x7 =49
        Untuk menentukan angka ke-2, kita bandingkan sisa pengurangan tadi dengan angka pertama yang sidah kita tentukan
        Pada contoh, 18-16 Sisanya 2 bukan?
        Sedangkan 2 lebih kecil daripada 4 bukan?
        karena 2< 4, diantara 3 dan 7 (perkalian yang bisa menghasilkan angka terakhir 9), kita pilih angka yang lebih kecil, yakni 3 (tiga).
        Jika hasil pengurangan lebih besar dari angka pertama, maka yang kita pilih adalah angka yang lebih besar.






      5. Sekarang kita sudah menemukan akar kuadrat kita .... akar kuadrat dari 1849 adalah 43. Kalau tidak percaya, coba hitung berapakah hasil 43 x 43 ?????
      Untuk membantu kamu, berikut ini daftar perkalian yang mungkin kamu perlukan saat menghitung akar kuadrat:

      Angka terakhir
      bilangan kuadrat

      Angka terakhir akarnya

      …1

      1 atau 9

      …4

      2 atau 8

      …5

      hanya 5

      …6

      4 atau 6

      …9

      3 atau 7

      …0

      hanya 0

      Apakah kamu sudah paham?
      Jika belum, coba perhatikan video berikut dengan cermat! Barangkali video berikut membuatmu lebih bisa memahami cara menentukan akar kuadrat.





      Semoga sekarang kamu semakin memahami cara menentukan akar kuadrat suatu bilangan. Rajin-rajinlah berlatih! Selamat Belajar!

      Belajar Organ Pernapasan melalui Lagu

       

      Belajar melalui lagu telah banyak diterapkan dalam dunia pendidikan, terutama pada jenjang PAUD. Pada jenjang sekolah, strategi tersebut mulai jarang digunakan, padahal strategi tersebut cukup efektif, terutama pada materi pembelajaran yang membutuhkan kemampuan menghafal. Berikut ini salah satu contohnya:

      LAGU PROSES PERNAPASAN
      Dinyanyikan seperti lagu “Bintang Kecil”

      Kubernapas menggunakan hidung
      Tenggorokan juga paru-paru
      Dalam hidung udara disaring
      Sesuaikan suhu kelembapannya

      Dari hidung masuk tenggorokan
      Tenggorokan yang bercabang dua
      Cabang itu bronkuslah namanya
      Masing-masing menuju paru-paru

      Paru-paru ada dua buah
      Kiri dua, kanan tiga lobus
      Di dalamnya ada alveolus
      Disinilah pertukaran udara

      Paru-paru gerak kembang kempis
      Karena otot dada berkontraksi
      Atau juga otot diagfragma
      Karenya udara keluar masuk

      Oksigenlah yang kita butuhkan
      Kita buang karbondioksida
      Oksigennya diedarkan darah
      Diikatnya oleh hemoglobin

      Lagu tersebut saya buat dalam pembelajaran IPA mengenai organ pernapasan. Semoga bermanfaat juga untuk para pembaca dalam mempelajari organ pernapasan manusia.



      Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia

       

      Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia
      Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia

      KOMPETENSI

      3.3   Memahami manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di wilayah Indonesia

      4.3   Menyajikan pemahaman tentang manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di wilayah Indonesia

       

      TUJUAN PEMBELAJARAN

      1. Melalui video, siswa mengidentifikasi keragaman flora dan fauna di Indonesia.
      2. Dengan mengamati video siswa dapat mendeskripsikan pengelompokan flora dan fauna di Indonesia
      3. Setelah mengamati video siswa dapat menyebutkan contoh-contoh hewan berdasarkan kelompok persebaran flora dan fauna di Indonesia
      4. Dengan mengamati video, siswa dapat mengidentifikasi perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dengan peduli.

       

      Sebelum belajar lebih lanjut mengenai keaneka ragaman flora dan fauan di Indonesia, yuk kita saksikan dahulu, video berikut ini!

       


       

      Itulah beberapa contoh flora dan fauna di Indonesia.

      Indonesia memiliki sekitar 8.000 spesies tumbuhan dan 2.215 spesies hewan yang sudah teridentifikasi. Spesies hewan sangat hewan juga sangat beragam. Tidak kurang dari 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121 kupu-kupu, hidup di wilayah negeri kita ini. Besarnya keanekaragaman hayati Indonesia terkait erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah.

      Beberapa faktor yang menyebabkan kekayaan hayati di Indonesia adalah:

      • Letak Indonesia yang berada di sekitar katulistiwa, sehingga memiliki iklim tropis. Di daerah tropis, matahari bersinar sepanjang tahun.
      • Curah hujan di Indonesia juga tinggi
      • Tanah di Indonesia subur karena banyak gunung berapi.

      Faktor-faktor tersebut menyebabkan aneka tumbuhan dapat tumbuh dengan subur. Banyaknya tumbuhan sebagai makanan, mendukung perkembangan populasi aneka hewan.

      Mari kita pelajari keanekaragaman hayati di indonesia!

      Perhatikan peta di bawah ini!


      PETA INDONESIA

      Dapat kalian lihat kalau laut yang berada diantara pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga ke benua Asia berwarna lebih terang dibandingkan laut di sekitar pulau Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, sedangkan laut yang membatasi pulau Papua dengan Benua Australia, kembali berwarna terang. Semakin terang warna laut pada peta menunjukkan bahwa laut tersebut semakin dangkal.

      Para ahli geologi berpendapat, bahwa dahulu pulau-pulau di wilayah barat Indonesia merupakan bagian dari benua Asia, sedangkan Pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya adalah bagian dari benua Australia. Salah satu buktinya, Flora dan fauna di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan serupa dengan flora dan dan fauna benua Asia, sedangkan flora dan dan fauna di pulau Papua, serupa dengan flora dan dan fauna di benua Australia.

       

      Pada abad ke-19, Alfred Russel Wallace mengusulkan ide tentang Garis Wallace, garis imajiner yang membagi kekayaan hayati Indonesia ke dalam dua daerah. Garis tersebut ditarik melalui kepulauan Melayu, di antara Kalimantan (Borneo) dan Sulawesi (Celebes) dan di antara Bali dan Lombok.

      Seorang peneliti lain, yang berkebangsaan Jerman bernama Weber, berdasarkan penelitiannya, menetapkan batas penyebaran hewan dari Australia ke Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis Weber. 

      Daerah di sebelah barat garis Wallace dataran Sunda. Flora dan faunanya disebut flora dan fauna Asiatis, karena ciri-cirinya sama dengan fauna di benua Asia. Dataran di sebelah timur garis Webber disebut dataran Sahul. Flora dan faunanya disebut fauna Australis, sedangkan fauna diantara garis Wallace dan garis Weber disebut fauna peralihan.

       

      Flora dan Fauna Asiatis

       Fauna Asiatis disebut juga fauna dataran sunda.

       Penyebaran Fauna Asiatis terdapat sebelah barat yang meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali.

      Ciri Fauna Asiatis:

             Binatang menyusui besar-besar

             Terdapat bermacam-macam jenis kera

             Jenis ikan air tawar banyak

             Jenis burung berwarna tidak banyak.

      Contoh fauna Asiatis: harimau, gajah, badak, tapir, orang utan, bekantan, burung rangkong, burung jalak,  banteng, pesut mahakam, dll

       

      Ciri Flora Asiatis

          Flora berupa tumbuhan hutan tropis dengan jenis meranti, kamper, keruing dan juga mahoni

             Berukuran besar

             Berdaun lebat

      Contoh flora Asiatis: kamper, kruing, mahoni, anggrek, bunga raflesia, dll

       

      Flora dan Fauna Australis

      Fauna Australia menempati wilayah Indonesia bagian Timur seperti Kepulauan di Papua dan Maluku.

      Ciri Fauna Australis:

             Binatang menyusui kecil-kecil

             Terdapat banyak jenis hewan berkantung

             Tidak terdapat jenis kera

             Jenis ikan air tawar sedikit

             Terdapat banyak jenis burung berwarna.

      Contoh flora Australis: kanguru tanah, kanguru pohon, dingiso, burung cendrawasih, burung kasuari, Burung Vogelkop, dll

       

      Ciri Flora Australis

             Flora hutan topis dengan tumbuhan berbeda seperti nipah, sagu, dan merbau .

             Tumbuhannya berdaun paralel .

             Tanamannya mempunyai daun yang panjang.

       

      Contoh flora Australis: matoa, cendana, buah merah, Rabon bi, bintangur, tumbuhan sarang semut, dll

       

      FLORA DAN FAUNA PERALIHAN

       Fauna tipe peralihan menempati wilayah kepulauan Sulawesi, Nusa Tenggara, dan beberapa pulau kecil di perairan laut dalam.  Dari segi jenis dan jumlah, boleh jadi fauna tipe ini tidak sebanyak fauna tipe Asia maupun Australia. Namun, di kawasan ini terdapat beberapa fauna tipe Asia dan Australia, serta terdapat pula fauna yang tidak terdapat di kawasan lain di dunia.

       

      Ciri Fauna Peralihan

             Binatang menyusui kecil-kecil

             Terdapat banyak jenis hewan berkantung

             Tidak terdapat jenis kera

             Jenis ikan air tawar sedikit

             Terdapat banyak jenis burung berwarna.

       Contoh fauna peralihan: anoa, babi rusa, komodo, tarsius, burung maleo, rangkong sulawesi.

       

      Ciri Flora Peralihan

             Memiliki ukuran daun yang kecil.

             Tumbuhannya memiliki ukuran kecil

             Tumbuhannya memiliki daun yang pendek

             Endemik Indonesia

        Contoh Fauna Peralihan: eboni, Langusei, Anggrek Serat, cempaka hutan, ampupu, cengkih, dll

       

      Bagaimana Seorang Pemimpin Pembelajaran Mengejawantahkan Patrap Triloka

      Bagaimana Seorang Pemimpin Pembelajaran  Mengejawantahkan Patrap Triloka
      Bagaimana Seorang Pemimpin Pembelajaran  Mengejawantahkan Patrap Triloka



       

      Tugas 3.1.a.8. Koneksi Antar materi Modul 3.1  Pelatihan Guru Penggerak: “Bagaimana Seorang Pemimpin Pembelajaran  Mengejawantahkan Patrap Triloka”


      Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya- Refleksi Diri

       

      Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya- Refleksi Diri
      Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya- Refleksi Diri


      3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual
      Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

      REFLEKSI DIRI


      Selain perannya sebagai pemimpin pembelajaran, guru juga merupakan pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki sekolah. Oleh karena itu, seorang guru juga harus mampu memetakan aset atau modal yang dimiliki sekolah, untuk kemudian mengelolanya sedemikian rupa untuk pencapaian tujuan pendidikan agar mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin. Dalam pengelolaan aset sekolah, salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Pendekatan  berbasis aset (Asset-Based Thinking).   Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif. 

      Hasil analisis terhadap 7 kelompok modal menurut Green dan Haines di SDN 2 Banaran menunjukkan, modal yang sudah dikelola dengan baik adalah modal finansial, sedangkan modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal politik, modal lingkungan/ alam, maupun modal agama/ budaya meskipun belum optimal, bukan berarti modal-modal tersebut tidak dimiliki atau sama sekali belum dikelola. Keenam modal tersebut sudah dikelola hanya pengelolaanya belum optimal.

      Hal-hal unik dan menarik yang menjadikan SDN 2 Banaran lain dari yang lain antara lain adalah potensi dalam bidang kriya anyam. Telah lebih dari satu kali siswa SDN 2 Banaran mewakili kabupaten Temnggung dalam lomba kriya anyam tingkat provinsi. Selain itu, nama SDN 2 Banaran juga cukup harup dalam bidang pramuka di tingkat kecamatan Gemawang. Selain tidak pernah basen dari 6 besar, kami juga pernah mewakili kecamatan hingga ke tingkat kabupaten. Keunikan lain adalah dukungan komite dan orang tua terhadap program sekolah. Dalam beberapa kegiatan orang tua dan komite, tidak segan untuk turut bergotong-royong demi suksesnya kegiatan yang dilaksanakan sekolah. Keunikan-keunikan tersebut juga merupakan merupakan modal dalam upaya peningkatan kulitas sekolah. 

      Mempelajari Modul 3.2 dalam Pendidikan Guru Penggerak memberi saya pencerahan mengenai pengelolaan modal/aset sekolah. Jika sebelumnya dalam pengeloaan modal kami lebih banyak melakukan pendekatan berbasis masalah. Melalui modul tersebut, kami mendapatkan wawasan mengenai konsep yang bertolak belakang. Hal tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran paradigma dalam diri saya. Saya mulai berfikir, demi peningkatan kualitas sekolah pada umumnya dan peningkatan layanan terhadap perserta didik, akan lebih memberi manfaat jika seluruh komponen sekolah memfokuskan diri pada potensi-potensi yang sudah dimiliki. Bertolak dari hal tersebut kemudian potensi-potensi yang ada semakin dikembangkan sehingga pada gilirannya dapat menutupi kekurangan yang ada, dan memberi dampak yang positif bagi sekolah sebagai sebuah komunitas.

      Dibandingkan dengan dengan pemikiran saya sebelumnya yang lebih banyak melakukan pendekatan berbasis masalah, saya yakin pendekatan berbasis aset dapat membawa energi positif bagi organisasi. Jika sebelumnya dalam rapat-rrapat lebih banyak dibahas masalah-masalah yang melelahkan bagi jika, dengan pendekatan berbasis aset apa yang dibahas adalah kelebihan dan hal-hal positif yang akan menimbulkan semangat untuk “berbuat lebih” bagi kemajuan diri dan organisasi.