This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label PKN. Show all posts
Showing posts with label PKN. Show all posts

Bagaimana Tubuh Kita Bisa Bergerak?

 Kompetensi:

3.1 Menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia.


Sebelum kita mulai elajar tentang oragan gerak, perhatikan gambar di bawah ini!

Bagaimana Tubuh Kita Bisa Bergerak?
Bagaimana Tubuh Kita Bisa Bergerak?

Aktivitas apa yang sedang dilakukan orang-orang pada gambar di atas? Iya, benar! Gotong-royong. Gotong royong merupakan tradisi bangsa Indonesia yang mencerminkan nilai Pancasila sila ke 5. Selain membuat pekerjaan yang berat menjadi ringan, dengan bergotong-royong, persatuan dan kesatuan di antara warga masyarakat akan semakin terjalin. Apakah kalian pernah ikut dalam kegiatan gotong royong?

Saat bergotong-royong  seperti yang dicontohkan dalam gambar kita akan banyak bergerak. Kamu dapat bergerak berkat beberapa bagian tubuhmu bergotong-royong/ bekerja sama membentuk sistem gerak juga lho!

Bagaimana tubuh kita bisa bergerak?

Mari kita pelajari bersama, melalui video berikut ini!

 


Jadi bagaimana tubuh kita dapat bergerak? Kita dapat bergerak berkat kerja sama tulang dan otot.  Bergerak adalah kegiatan berpindah tempat atau berubah posisi baik sebagian atau seluruh tubuh. 

Bergerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Manusia punya kesamaan dengan hewan dalam bergerak. Manusia dan hewan menggunakan organ gerak untuk bergerak, seperti berlari, berjalan, memanjat, hingga banyak gerakan lain. Kesamaan lainnya antara manusia dan hewan adalah alat gerak yang dibagi menjadi dua, yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot.

Tulang disebut sebagai alat gerak pasif karena tulang tidak bisa bergerak sendiri. Sedangkan otot merupakan alat gerak aktif karena otot bisa menggerakkan tulang.

Nilai-nilai Sila Pertama Pancasila dan Pengamalannya

 

Nilai-nilai Sila Pertama Pancasila
Nilai-nilai Pancasila Sila Pertama


Nilai-nilai Sila Pertama Pancasila

Sila Pancasila berbunyi: "Ketuhanan yang maha esa" tersebut merupakan sila pertama sekaligus menjadi dasar bagi sila-sila lainnya. Indonesia bukan negara agama, namun kepercayaan kepada Tuhan merupakan salah satu azas utama bangsa ini. Karena kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan, maka kita menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengapa? Karena hal itu merupakan bagian dari ajaran Tuhan dalam agama yang kita anut. Karena alasan yang sama pula, kita berusaha menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, begitu pula untuk sila-sila Pancasila lainnya. 
Kita sebagai bangsa Indonesia perlu tahu, sikap seperti apa yang sesuai dan tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila.Nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama pancasila antara lain:
 Percaya dan ketakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  1. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda.
    Memeluk suatu agama/ kepercayaan merupakan salah satu hak asasi manusia, yaitu hak yang dimiliki setiap manusia sejak lahir. Oleh karena itu kita harus menghargai hak yang sama yang dimiliki orang lain. Indonesia adalah negara yang berbhineka tunggal ika, termasuk dalam agama dan kepercayaan. Ada 6 resmi agama yang diakui pemerintah. Menghadapi keberagaman tersebut, kita harus saling menghormati. Mungkin kita percaya bahwa agama yang kita anut adalah agama yang paling benar, namun kita juga harus berfikir, bahwa pengaut agama lain juga berfikir demikian. Maka kita perlu menghormati apa yang mereka percaya, sebagaimana kita ingin penganut agama lain menghormati apa yang kita percayai.

  2. Menjaga kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
    Kerukunan akan tercipta jika ada sikap saling menghormati dan saling menghargai, terasuk kerukunan umat beragama. Penting juga untuk mengembangkan sikap tenggang rasa, yaitu menempatkan diri kita pada posisi orang lain, untuk mencoba lebih mengerti apa yang mereka rasakan atas sikap tertentu. Kita pasti tidak suka jika orang lain menghina ajaran atau simbol agama kita bukan? Oleh karena itu, jangan sampai kita menghina atau menjadikan ajaran dan simbol-simbol agama sebagai candaaan. Jika tidak ada kesadaran seperti itu, maka yang akan terjadi adalah perpecahan bangsa Indonesia.

  3. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
    Salah satu wujud sikap toleransi(1) adalah mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kita tidak boleh menghalang-halangi orang lain yang memiliki agama yang berbeda untuk beribadah sesuai ajaran agamanya, misalnya beribadah di gereja bagi umat kristiani, memakai jilbab bagi muslimah, atau merayakan hari besar untuk masing-masing agama, karena menjalankan ibadah sesuai agama juga merupakan hak asasi setiap orang.  Namun demikian, kebebasan itu tidak berarti bebas yang tidak terbatas, 


  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. 
    Seperti sudah kita bahas sebelumnya, memeluk agama merupakan hak asasi manusia, oleh karena itu, kita juga tidak boleh memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain.




Contoh pengamalan sila pertama di lingkungan keluarga:
  • Tekun menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan yang di anut di rumah
  • Orang tua memberikan pendidikan agama bagi anak-anaknya
  • Saling hormat menghormati dan bekerja sama meskipun ada perbedaan agama/ keercayaan di dalam keluarga
  • saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing jika ada perbedaan agama/ keercayaan di dalam keluarga
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap orang lain di dalam keluarga.


Contoh pengamalan sila pertama di lingkungan sekolah:
  • Menyelenggarakan upacara peringatan hari besar agama di sekolah
  • Mengikuti kegiatan keagamaan di masyarakat di sekolah
  • Mengawali dan mengakhiri kegiatan belajar dengan doa
  • Saling hormat menghormati dan bekerja sama meskipun ada perbedaan agama/ kepercayaan di dalam lingkungan sekolah.
  • saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing jika ada perbedaan agama/ keercayaan di dalam sekolah
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap orang lain di lingkungan sekolah.

Contoh pengamalan sila pertama di lingkungan masyarakat:
  • Menyelenggarakan upacara peringatan hari besar agama di masyarakat
  • Mengikuti kegiatan keagamaan di masyarakat, misalnya beribadah di masjid bagi umat muslim, beribadah bersama di gereja bagi umat nasrani, beribadah di pura bagi umat hindu, atau di wihara bagi umat budha.
  • Saling hormat menghormati dan bekerja sama meskipun ada perbedaan agama/ kepercayaan antar tetangga atau di dalam lingungan masyarakat.
  • saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing antar warga masyarakat
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

Keterangan:
(1) menurut Tillman toleransi adalah sebuah sikap untuk saling menghargai, melalui pengertian dengan tujuan untuk kedamaian. 

Simak juga penjelasan dalam video berikut ini, agar kamu lebih memahami materi yang kita bahas kali ini!




Materi Terkait:

Nilai-nilai Sila Ke lima dan Pengamalannya

Kelas        : V (lima)

Semester  : 1 (satu)
Tema        : 1 (satu)
Subtema   : 1 (satu)
Mupel      : PKN

Kompetensi Dasar:

3.1     Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari    


Tujuan Pembelajaran:

•         Setelah kegiatan pembelajaran daring, diharapkan siswa dapat  menyebutkan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila

===================================================================
Nilai-nilai Sila Ke lima dan Pengamalannya
Nilai-nilai Sila Ke lima dan Pengamalannya


Sila ke-5 Pancasila yang berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" memiliki butir-butir pengamalan yang diatur dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 yang kemudian diperbaharui setelah reformasi dengan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003.

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Contoh-contoh pengamalan nilai-nilai atau butir-butir di atas dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat adalah sebagai berikut: 

Contoh Pengamalan Pancasila Sila ke-5 di Lingkungan Keluarga

  • Bergotong-royong dalam membersihkan rumah atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya
  • bersikap adil terhadap semua anggota keluarga
  • Melaksanakan kewajiban dalam keluarga dengan penuh tanggung jawab
  • Tidak boros dalam membelanjakan uang saku
  • Menabung 
  • Menghargai jerih payah orang tua dan anggota keluarga lainnya
  • Suka membantu orang tua
  • Orang tua mendidik anak agar mandiri
  • Orang tua bekerja keras untuk menghidupi dan mendidik anak-anaknya
  • Menghormati orang tua


Contoh Pengamalan Pancasila Sila ke-5 di Lingkungan Sekolah

  • Bergotong-royong dalam membersihkan lingkungan sekolah
  • bersikap adil terhadap semua warga sekolah
  • Mematuhi peraturan sekolah dan tata tertib dengan penuh tanggung jawab
  • Menabung di sekolah
  • Menghargai dan menghormati guru
  • Suka membantu teman yang membutuhkan
  • Menghargai hasil pekerjaan teman
  • memanfaatkan dan menjaga fasilitas sekolah dengan baik
  • Tidak memeras teman
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban di sekolah
  • tidak bersikap sombong kepada teman


Contoh Pengamalan Pancasila Sila ke-5 di Lingkungan Masyarakat

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan di masyarakat.
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama warga masyarakat.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban di masyarakat
  • Menghormati hak orang lain di masyarakat.
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat hidup mandiri.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain di masyarakat.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama di masyarakat.
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial di masyarakat.

Simak juga penjelasan dalam video berikut ini, agar kamu lebih memahami materi yang kita bahas kali ini!


Selanjutnya, marilah ita amalkan sila-sila Pancasila, termasuk sila ke-5 di dalam kehidupan sehari-hari di mana saja ya anak-anak!

Materi Terkait:


Referensi:

https://www.kemhan.go.id/renhan/2014/11/20/45-butir-pedoman-penghayatan-dan-pengamalan-pancasila.html

https://bpip.go.id/bpip/berita/991/540/contoh-pengamalan-pancasila-sila-ke-4-di-rumah-lingkungan-keluarga.html

Nilai-nilai Pancasila Sila Ke Tiga dan Pengamalannya

Kelas        : V (lima)

Semester  : 1 (satu)
Tema        : 1 (satu)
Subtema   : 1 (satu)
Mupel      : PKN

Kompetensi Dasar:

3.1     Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari    


Tujuan Pembelajaran:

•         Setelah kegiatan pembelajaran daring, diharapkan siswa dapat  menyebutkan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila

===================================================================
Nilai-nilai Pancasila Sila Ke Tiga dan Pengamalannya


Sila ke-3 Pancasila berbunyi: “Persatuan Indonesia”, sebagaimana bunyinya, sila tersebut merupakan landasan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia. Menurut BPIP, sila ke tiga memuat 7 (tujuh) butir pengamalan, yakni sebagai berikut:

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa

Ketujuh nilai di atas, merupakan nilai-nilai yang dapat menjadi pedoman dalam mengamalkan  Sila ke-3 Pancasila baik di lingkungan rumah atau keluarga, maupun di sekoalh dan masyarakat.

Prinsip “Persatuan Indonesia” yang merupakan bunyi Sila ke-3 Pancasila bisa juga diterapkan dalam lingkungan terkecil yakni keluarga di rumah.

 Beberapa contoh penerapannya sila ke-3 di lingkungan keluarga antara lain:

  • Giat belajar agar dapat membanggakan keluarga.
  • Mengembangkan perilaku hormat kepada anggota keluarga yang lebih tua dan menghargai anggota keluarga yang lebih muda.
  • Membantu berbagai kegiatan dalam keluarga.
  • Mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan peribadi.
  • Selalu menjaga kerukunan dengan sesama anggota keluarga. 


Adapun contoh penerapan atau pengamalan sila ke tiga adalah sebagai berikut:

  • Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara 
  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa, misalnya dengan menggunakan produk buatan Indonesia.  
  • Bangga menjadi rakyat Indonesia 
  • Berprestasi agar membanggakan bagi negara Indonesia 
  • Menjunjung tinggi kehormatan negara jika sedang berada di luar negeri
  • Berusaha menjaga nama baik Indonesia diamana dan kapan saja. 
  • Berteman dan membantu orang tanpa membedakan suku, agama dan ras. 
  • Tidak berbuat sesuatu yang menimbulkan keributan atau perselisihan antar masyarakat. Contohnya dengan tidak mengejek atau menjelek-jelekkan teman yang berbeda suku, agama atau ras. 
  • Bekerja sama untuk kepentingan bersama, misalnya gotong royong membersihkan lingkungan RT, atau RW. 
  • Menjaga toleransi  dalam masyarakat.  
  • Mengutamakan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi. 
  • menolong tetangga yang kesusahan. 


Adapun contoh pengamalan sila ke tiga di sekolah dalah sebagai berikut:

  • Saling menghormati, menyayangi dan menghargai, dengan teman.
  • Berteman dan saling membantu orang tanpa membedakan suku, agama dan ras. 
  • Bekerja sama untuk kepentingan bersama, misalnya gotong royong membersihkan kelas
  • Menjaga toleransi antarteman 
  • Misalnya menolong teman yang kesusahan.
  • Tidak memaksakan kehendak pada teman
  • Bersama-sam membersihkan lingkungan sekolah

Itulah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sila ke tiga serta contoh-contoh pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Pada tulisan selanjutnya insyaAlloh kita akan membahas nilai-nilai sila ke empat.

Referensi: 

  • buku Pasti Bisa: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas IV (2017)
  • "Contoh Pengamalan Sila Ke-3 Pancasila di Lingkungan Keluarga",  https://bpip.go.id/bpip/berita/990/546/cari.html
  • Cicik Novita "Contoh Pengamalan Pancasila Sila Ke-3 di Lingkungan Masyarakat", https://tirto.id/gbt7
  • Vanya Karunia Mulia Putri "Contoh Penerapan Sila Ketiga Pancasila", https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/09/141818969/contoh-penerapan-sila-ketiga-pancasila.

Nilai-nilai Pancasila Sila Ke Dua dan Pengamalannya

 Kelas        : V (lima)

Semester  : 1 (satu)
Tema        : 1 (satu)
Subtema   : 1 (satu)
Mupel      : PKN

Kompetensi Dasar:

3.1     Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari    


Tujuan Pembelajaran:

•         Setelah kegiatan pembelajaran daring, diharapkan siswa dapat  menyebutkan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila

===================================================================



Setelah sebelumnya kita belajar tentang nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila, kali ini kita akan membahas sila ke dua. Sila ke dua Pancasila berbunyi: "Kemanuasiaan yang adil dan beradab" dan dilambangkan dengan rantai. Nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke dua Pancasila terdiri atas:
  1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia,
  2. saling mencintai sesama manusia.
  3. saling tenggang rasa dan tepa selira.
  4. tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  9. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Contoh pengamalan sila ke dua di lingkungan keluarga
  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap anggota keluarga,
  • saling mencintai sesama anggota keluarga.
  • saling tenggang rasa dan tepa selira di dalam keluraga.
  • tidak semena-mena anggota keluarga yang lain.
  • saling membantu di dalam keluarga.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan di dalam keluarga.

Contoh pengamalan sila ke dua di lingkungan sekolah
  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap warga sekolah,
  • saling mencintai sesama warga sekolah.
  • saling tenggang rasa dan tepa selira di dalam lingkungan sekolah.
  • tidak semena-mena warga sekolah yang lain.
  • saling membantu dengan teman di sekolah.
  • mengumpulkan dana bantuan bencana alam
  • membayar iuran PMI (Palang Merah Indonesia)
  • Berani membela kebenaran dan keadilan di dalam lingkungan sekolah.

Contoh pengamalan sila ke dua di lingkungan kmasyarakat:
  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap warga masyarakat,
  • saling mencintai dan menghormati sesama warga masyarakat.
  • saling tenggang rasa dan tepa selira di dalam lingkungan masyarakat.
  • tidak semena-mena warga masyarakat yang lain.
  • saling membantu dengan anggota masyarakat lainnya.
  • membantuan korban bencana alam
  • membayar iuran PMI (Palang Merah Indonesia)
  • Berani membela kebenaran dan keadilan di dalam lingkungan masyarakat.

Makna Pancasila bagi Bangsa Indonesia

Kelas        : V (lima)
Semester  : 1 (satu)
Tema        : 1 (satu)
Subtema   : 1 (satu)
Mupel      : PKN

Kompetensi Dasar:

3.1     Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari    


Tujuan Pembelajaran:

•         Setelah kegiatan pembelajaran daring, diharapkan siswa dapat  menyebutkan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila

===================================================================
Nilai-nilai Pancasila 


Pancasila dan Maknanya bagi Bangsa Indonesia

Kalian tentu telah belajar di kelas sebelumnya, bahwa Pancasila merupakan dasar negara kita Indonesia tercinta. Apakah kalian hafal, bunyi dari lima sila dalam Pancasila? Kalau belum hafalkan mulai sekarang ya!

Pancasila 

  1. Ketuhanan yang maha esa 
  2. Kemanusiaan yang adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi rakyat Indonesia

Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya menjadi sumber dari segala sumber hukum di negara kita, tapi juga menjadi pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku. Seperti makna katanya, Pancasila yang yang berasal dari kata panca yang berarti lima, dan sila yang berarti prinsip atau azas, di dalam kelima sila dari Pancasila terdapat nilai-nilai yang dapat menjadi tuntunan bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita pelajari nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila tersebut.


Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Kompetensi:

1.1 Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

2.1 Bersikap tanggung jawab, cinta tanah air, dan rela berkorban sesuai nilai-nilai sila Pancasila.

3.1 Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

4.1 Menyajikan hasil identifikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Indonesia adalah negara yang kaya keberagaman. Diperlukan unsur pemersatu agar tidak terjadi perpecahan. Pancasila merupakan salah satu unsur pemersatu bangsa. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi pedoman dalam berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai apa saja yang perlu kita kembangkan untuk mengamalkan Pancasila ? 

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bukan lagi suatu hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Dari zaman dahulu, nilai-nilai Pancasila memang sudah terkandung dalam kehidupan sosial budaya masyarakat kita.  Nilai-nilai tersebut telah meliputi berbagai aspek kehidupan dan masih tetap dipelihara sampai saat ini. Sikap yang mencerminkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita pelajari bersama!


Sikap yang Sesuai Nilai Sila Ke 1

  • Rajin beribadah menurut agama dan kepercayaan yang dianut
  • Tidak berbohong, karena berbohong merupakan larangan agama
  • Tidak memaksakan agama dan kepercayaan kepada orang lain.
  • Mempersilakan teman untuk melaksanakan peribadahan
  • Tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah
  • Tidak menghina agama dan kepercayaan yang berbeda


Sikap yang Sesuai Nilai Sila Ke 2

  • Tidak membeda-bedakan antara yang kaya dengan yang miskin
  • Memberi bantuan kepada fakir miskin/ anak yatim
  • Memberi bantuan kepada korban bencana alam
  • Memberikan kesempatan kepada orang tua untuk duduk ketika berada di angkutan umum
  • Menganggap pembantu sebagai bagian dari anggota keluarga.
  • Menjenguk teman yang sakit
  • Tenggang rasa terhadap orang lain


Sikap yang Sesuai Nilai Sila Ke 3

  • Menjaga kelestarian lingkungan
  • Menjaga kerukunan dengan teman dan tetangga
  • Merasa bangga sebagai bangsa Indonesia
  • Mengutamakan menggunakan/membeli produk dalam negeri
  • Bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan suku, ras, dan agama.
  • Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara
  • Mengembangkan budaya bangsa Indonesia
  • Melaksanakan upacara bendera
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar


Sikap yang Sesuai Nilai Sila Ke 4

  • Bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
  • Mengutamakan kepentingan umum
  • Menggunakan hak pilih dalam pemilu
  • Mengadili pelanggar hukum sesuai dengan undang-undang


Sikap yang Sesuai Nilai Sila Ke 5

  • Bersikap adil kepada siapa saja
  • Tidak boros
  • Tidak bergaya hidup mewah
  • Giat belajar
  • Selalu bekerja keras
  • Menghargai hasil karya orang lain
  • Menghindari perbuatan-perbuatan yang merugikan kepentingan umum. 
  • Tidak merusak fasilitas umum, seperti terminal, rumah sakit, taman kota, dll.
  • Menghormati hak orang lain, 
  • Menolong dan menghargai orang lain.


Simak juga penjelasan dalam bentuk video berikut ini!