This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Semester 2. Show all posts
Showing posts with label Semester 2. Show all posts

Perbedaan Campuran Homogen dan Campuran Heterogen

Kelas           : V (lima)
Semester     : 2/ genap
Tema           : 9. Benda-Benda di Sekitar Kita
Subtema      : 1. Benda Tunggal dan Campuran
KD              :
3.9 Mengelompokkan materi dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan komponen penyusunnya (zat tunggal dan campuran).

===================================

Sebelumnya kita sudah membahas pengertian zat tunggal, campuran homogen, dan campuran heterogen.  Selanjutnya kita akan belajar lebih lanjut mengenai ciri-ciri yang membedakan campuran homogen dan heterogen.
Perbedaan antara campuran homogen dan campuran heterogen dapat kalian lihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 1
Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen
Ciri Campuran Homogen
Ciri Campuran Heterogen
 Warnanya sama rata  Warnanya tidak sama rata
 Pemisahan campuran sulit
 Pemisahan campuran lebih mudah
 Zat penyusunnya tidak dapat dibedakan
 Zat penyusunnya dapat dibedakan
 Mempunyai persamaan rasa
 Rasanya cenderung tidak sama
 Ciri Campuran Homogen
 Ciri Campuran Heterogen
 Zat-zat yang tercampur mempunyai  perbandingan yang sama.  Zat-zat yang tercampur mempunyai  perbandingan yang tidak sama.
 Mempunyai tingkat konsentrasi yang sama.  Mempunyai tingkat konsentrasi yang tidak sama.

Dalam artikel Mengenal dan Membedakan Zat Tunggal dan Campuran kita telah menyebutkan beberapa contoh campuran homogen dan heterogen. Namun ada baiknya kita pelajari lebih banyak contoh kedua jenis campuran tersebut yang sering kita jupai dalam kehidupa sehari-hari.

Contoh-contoh Campuran Homogen
Beberapa contoh campuran homogen yang dengan mudah kita temukan  dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
1. Air 
Air murni, termasuk zat tunggal, namun air yang kita gunakan sehari-hari umumnya tercampur dengan zat-zat lain. Mengapa? Karena air mempunyai sifat sangat mudah melarutkan zat-zat lain, apalagi zat cair.  Meskipun terlihat jernih, tidak berbau dan tidak berasa, air keran, air hujan, atau air sumur biasanya mempunyai kandungan gas dan mineral yang terlarut. Kedua zat tersebut dilarutkan dengan sempurna di dalam air, sehingga kita tidak dapat membedakan zat-zat yang tercampur tersebut dari air murni. Air murni baru akan kita dapatkan melalui proses penyulingan.
Proses Penyulingan

2. Kecap
Kalian tentu mengenal kecap bukan? Berbagai masakan khas Indonesia seperti semur, soto, bakso, biasanya dibuat atau disajikan dengan kecap. Kecap juga termasuk contoh campuran homogen. Kecap terbuat dari air, sari kedelai, garam, dan bumbu-bumbu. Kita tidak lagi dapat membedakan bahan-bahan penyusun kecap. Di semua bagian warna kecap sama. Begitu pula rasa dan kekentalannya. 

3. Obat kumur
Apa kalian biasa menggunakan obat kumur setelah menyikat gigi? Bagaimana warna obat kumur? Apakah merata di semua bagian? Bagaimana rasanya? Apakah sama, pada bagian atas botol dengan yang berada di bagian tengah dan bawah? Obat kumur dibuat dari air, alkohol dan berbagai bahan kimia berbeda. 

4. Air Deterjen
Untuk memcuci pakaian kita biasanya menggunakan deergen yang dilarutkan dengan air. Air deterjen juga merupakan campuran homogen dari air, sabun dan bahan kimia lainnya.

5. Udara.
Udara yang  kita hirup merupakan campuran homogen dari oksigen, hidrogen, nitrogen, karbon dioksida, argon dan beberapa senyawa serta unsur lain yang mempunyai jumlah lebih kecil. Selain itu, lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi juga merupakan campuran homogen.

6. Parfum
Parfum juga merupakan campuran homogen sempurna antara bahan-bahan kimia dan pewarna. Kalian tidak dapat membedakan lagi komponen-komponen penyusun parfum bukan?

7. Kopi instant (tanpa ampas) 
Campuran antara kopi instant dengan air merupakan campuran homogen. Lain jika kopi tersebut bukan kopi tubruk. Pada kopi tubruk, biji kopi yang dihaluskan diseduh dengan air sehingga menghasilkan minuman yang memiliki cita rasa dan aroma seperti biji kopi tersebut, tapi kita masih dapat menemukan butiran0butiran biji kopi yang halus, apalagi jika kita diamkan beberapa saat. Setelah didiamkan beberapa menit saja, ampas kopi adakan mengendap di dasar cangkir atau gelas. Itulah mengapa kopi tubruk tidak termasuk campuran homogen.

8. Minuman
Banyak minuman yang kitA minum sehari-hari merupakan campuran homogen, contohnya jus buah, atau susu atau air teh (tanpa ampas tentunya).

9. Logam 
Beberapa jenis logam, merupakan perpaduan antara 2 logam murni atau lebih. Logam semacam itu, merupakan campuran homogen.  Contoh logam campuran adalah: 
Perunggu yang merupakan campuran antara tembaga, timah dan beberapa unsur lain
Amalgam, merupakan  paduan antara raksa dengan logam lain.
Kuningan -paduan logam tembaga dan logam seng 


Contoh Campuran Heterogen

Berikut beberapa contoh campuran heterogen dalam kehidupan sehari-hari.

  • Sayur sup
  • Campuran pasir dan kapur
  • Campuran semen dengan pasir
  • Semangkuk sereal dengan susu
  • Salad 
  • Kerikil dengan tanah
  • Air dengan tanah
  • Air dengan bensin
  • Air dengan minyak tanah
  • Air dengan pasir
  • Air dengan minyak goreng
  • Air dengan oli mesin
  • Air dengan solar, dll
Pada campuran-campuran di atas, kita dengan mudah membedakan komponen-komponen penyusunnya.


Keterangan:
konsentrasi
* persentase kandungan bahan di dalam satu larutan

Soal PTS PAI Kelas 5 Semester 2

Soal PTS PAI Kelas 5 Semester 2
Soal PTS PAI Kelas 5 Semester 2

 

Berikut adalah contoh soal Soal PTS PAI Kelas 5 Semester 2:


Untuk mengunduh soal, silahkan klik tautan di bawah ini:



Mengenal Teks Ekplanasi dan Ciri-ciri Langkah Menulisnya

Tema                    :  6. Panas dan Perpindahannya 

Kelas/Semester :  5 SD/ 2 

Mupel                   : Bahasa Indonesia


Pengertian Teks Eksplanasi

Pernahkah kalian mendengar istilah teks eksplanasi?

Teks Eksplanasi atau teks pejelasan adalah teks yang berisi informasi tentang proses bagaimana suatu kejadian bisa terjadi. Tujuan teks ekplanasi adalah untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya agar pembaca memahami fenomena/ masalah yang dibahas.


Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Susunan/ struktur teks ekplanasi mempunyai ciri yang membedakan dengan jenis teks yang lain. Ciri-ciri Khusus Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:

  • Struktur terdiri atas pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
  • Memuat informasi berdasarkan fakta.
  • Memuat informasi yang bersifat ilmiah (terkait dengan ilmu pengetahuan).


Selain strukturnya, dari segi bahasa, teks eksplanasi juga dapat dibedakan dari jenis teks lainnya. Ciri-ciri kebahasaan eeks eksplanasi adalah:

  • Fokus pada hal umum;
  • Menggunakan istilah ilmiah;
  • Lebih banyak menggunakan kata kerja aktif;
  • Menggunakan kata hubung penunjuk waktu dan sebab-akibat, seperti: jika, bila, sehingga, sebelum, setelah;
  • Menggunakan kalimat pasif;
  • terdapat interpretasi (kesimpulan tentang topik dan proses yang telah dijelaskan).

Contoh teks eksplanasi:

Di sekitar kita sering terjadi berbagai persitiwa. Kita bisa mengamati dan menceritakan kembali peristiwa-peristiwa tersebut melalui teks eksplanasi. Kita bisa menulis teks eksplanasi dari pertanyaan ”mengapa” dan “bagaimana” peristiwa tersebut bisa terjadi. Dari kedua pertanyaan tersebut, kita bisa menuangkan informasi mengenai peristiwa yang akan diceritakan dengan runtut dan apik. Berikut adalah salah satu contoh teks eksplanasi mengenai banjir:

Contoh teks eksplanasi

Langkah Menulis Teks Eksplanasi

Nah, setelah membaca contoh teks eksplanasi di atas, kalian bisa belajar menulis teks eksplanasi. Langkah dalam menulis teks eksplanasi adalah:

  • Menentukan peristiwa, kejadian, atau fenomena yang akan dijelaskan.
  • Mencari informasi yang terkait dengan fenomena yang akan dijelaskan (kalian dapat memulai dengan pertanyaan "Mengapa peristiwa itu bisa terjadi?" dan "Bagaimana peristiwa tersebut terjadi?").
  • Membuat kerangka tulisan.
  • Mengembangkan kerangka tulisan.
  • Merevisian atau mengecek dan memperbaiki tulisan yang telah dibuat.

Itu tadi penjelasan mengenai pengertian, ciri, dan langkah menulis teks eksplanasi. Banyak-banyak lah membaca, agar pengetahuan kalian semakin bertambah, jadi akan memberi kemudahan saat kalian akan mulai menulis. Jangan lupa untuk banyak berlatih agar kalian semakin terampil menulis. Ingat juga untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk menambah pengettahuan kalian mengenai kata-kata baku, kalian bisa mempelajari Kamus Bahasa Indonesia atau mengunjungi laman  mengunjungi laman berikut https://kbbi.kemdikbud.go.id/ .