Beberapa kelaian atau gangguan yang dapat menyebabkan organ gerak pasif di tubuh kita (tulang) antara lain:
Fraktura/ patah tulang
Fraktura atau Patah tulang adalah kondisi terputusnya keutuhan susunan tulang pada tubuh manusia. Fraktura atau patah tulang dapat terjadi akibat kecelakaan, misalnya terjatuh dan tulang kita terbentur benda yang keras atau jatuh dari motor atau mobil.
Fraktura dibedakan menjadi fraktura tertutup dan fraktura terbuka. Fraktura tertutup adalah patah tulang yang tidak sampai merobek kulit atau otot. Fraktura terbuka adalah patah tulang yang sampai menembus atau merobek kulit atau otot.
Fraktura/ patah tulang
Fisura/ Retak Tulang Fisura adalah kerusakan tulang berupa retakan. Terjadinya fisura juga biasanya akibat kecelakaan.
Osteoporosis
Osteoporosis adalah kerusakan pada tulang yang terjadi akibat pengeroposan tulang. Sel-sel tulang hilang secara berlebihan, sehingga tidak sepadat semula dan terdapat rongga pada tulang, akibatnya tulang menjadi lemah dan tidak tekanan, benturan atau cedera (tulang mudah patah). Orang yang mengalami pengeroposan tulang sering kali gerakannya menjadi terbatas karena akan timbul rasa nyeri saat bergerak, bahkan dapat menyebabkan perubahan bentuk tubuh. Osteoporosis dapat dialami oleh pria maupun wanita, dan menjelang lanjut usia, resiko mengalami osteoporosis semakin besar, karena tubuh sudah tidak dapat menyerap dan menggunakan kalsium dengan normal. Selain itu ada juga faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena osteoporosis. Faktor-faktor resiko pengeroposan tulang antara lain: usia, keturunan, jenis kelamin, merokok, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, kurangnya asupan kalsium dan vitamin D, serta kurangnya olah raga.
Jenis kelamin menjadi faktor resiko osteoporis. Wanita memiliki resiko lebih besar untuk terkena osteoporosis karena kepadatan tulang wanita lebih rendah dibandingkan pria, selain itu, wanita cenderung hidup lebih lama, sedangkan resiko osteoporosis meningkat seiring bertambahnya usia.
Lordosis Lordosis adalah kelainan tulang dimana tulang belakang melengkung ke dalam pada daerah lumbalis, sehingga mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang. Kelainan tulang tersebut dapat disebabkan posisi duduk yang salah.
Kelainan Tulang Belakang
Skoliosis Skoliosis adalah kelainan tulang dimana tulang belakang melengkung ke samping. Seperti kifosis, skoliosis juga dapat disebabkan posisi duduk yang salah.
Kifosis Lordosis adalah kelainan tulang yang menyebabkan tulang belakang bagian bawah (tepat di atas bokong) sangat melengkung ke arah dalam. Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri punggung bawah. Kifosis dapat disebabkan karena osteoporosis, kegemukan/ obesitas, kehamilan, juga postur tubuh yang buruk saat duduk atau mengangkat benda berat.
Jangan stres dulu dong kalau disuruh menghitung akar kuadrat.... nggak sesulit itu kok. Nggak perlu mencoba-coba mengalikan beberapa bilangan. Kita akan belajar bersama cara cepat untuk menghitung akar pangkat dua (akar kuadrat) dari suatu bilangan. InsyaAlloh hanya satu kali hitung bisa langsung ketemu akar kuadratnya.
Ikuti langkah-langkah berikut ini!
Langkah Pertama Pisahkan dua angka paling belakang dari bilangan yang akan kita hitung akarnya. Kita bisa memberi tanda titik (.) atau garis.
Langkah kedua Lihatlah bilangan di depan tanda tadi (titik atau garis yang kita berikan). Dari angka ini kita akan menentukan angak pertama dari akar kuadrat yang akan kita hitung.
Pada contoh di atas kita perhatikan angka 18 dulu (di depan tanda). Carilah bilangan kuadrat yang lebih kecil atau sama dengan 18. Bilangan kuadrat yang paling dekat dengan 18 itu 16 kan?........ 16 = 4 x 4 Angka 4 akan menjadi angka pertama akar kuadrat (hasil). sedangkan angak 16, kita gunakan untuk mengurangi 18
Selanjutnya kita kurangi angka 18 dengan 16
Sekarang kita tinggal menentukan angka ke-2 Caranya, kita cari perkalian angka yang sama yang angka terakhirnya sesuai dengan bilangan terakhir yang kita miliki.
Pada contoh di atas, bilangan yang kita hitung angka terakhirnya adalah 9 9 bisa dihasilkan dari perkalian 3 x3 = 9 atau 7 x7 =49 Untuk menentukan angka ke-2, kita bandingkan sisa pengurangan tadi dengan angka pertama yang sidah kita tentukan Pada contoh, 18-16 Sisanya 2 bukan? Sedangkan 2 lebih kecil daripada 4 bukan? karena 2< 4, diantara 3 dan 7 (perkalian yang bisa menghasilkan angka terakhir 9), kita pilih angka yang lebih kecil, yakni 3 (tiga). Jika hasil pengurangan lebih besar dari angka pertama, maka yang kita pilih adalah angka yang lebih besar.
Sekarang kita sudah menemukan akar kuadrat kita .... akar kuadrat dari 1849 adalah 43. Kalau tidak percaya, coba hitung berapakah hasil 43 x 43 ?????
Untuk membantu kamu, berikut ini daftar perkalian yang mungkin kamu perlukan saat menghitung akar kuadrat:
Angka terakhir
bilangan kuadrat
Angka terakhir akarnya
…1
1 atau 9
…4
2 atau 8
…5
hanya 5
…6
4 atau 6
…9
3 atau 7
…0
hanya 0
Apakah kamu sudah paham?
Jika belum, coba perhatikan video berikut dengan cermat! Barangkali video berikut membuatmu lebih bisa memahami cara menentukan akar kuadrat.
Semoga sekarang kamu semakin memahami cara menentukan akar kuadrat suatu bilangan. Rajin-rajinlah berlatih! Selamat Belajar!
Belajar melalui lagu telah banyak diterapkan dalam dunia pendidikan, terutama pada jenjang PAUD. Pada jenjang sekolah, strategi tersebut mulai jarang digunakan, padahal strategi tersebut cukup efektif, terutama pada materi pembelajaran yang membutuhkan kemampuan menghafal. Berikut ini salah satu contohnya:
LAGU PROSES PERNAPASAN
Dinyanyikan seperti lagu “Bintang Kecil”
Kubernapas menggunakan hidung
Tenggorokan juga paru-paru
Dalam hidung udara disaring
Sesuaikan suhu kelembapannya
Dari hidung masuk tenggorokan
Tenggorokan yang bercabang dua
Cabang itu bronkuslah namanya
Masing-masing menuju paru-paru
Paru-paru ada dua buah
Kiri dua, kanan tiga lobus
Di dalamnya ada alveolus
Disinilah pertukaran udara
Paru-paru gerak kembang kempis
Karena otot dada berkontraksi
Atau juga otot diagfragma
Karenya udara keluar masuk
Oksigenlah yang kita butuhkan
Kita buang karbondioksida
Oksigennya diedarkan darah
Diikatnya oleh hemoglobin
Lagu tersebut saya buat dalam pembelajaran IPA mengenai organ pernapasan. Semoga bermanfaat juga untuk para pembaca dalam mempelajari organ pernapasan manusia.
3.3 Memahami manusia dalam
hubungannya dengan kondisi geografis di wilayah Indonesia
4.3 Menyajikan pemahaman tentang
manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di wilayah Indonesia
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui video,
siswa mengidentifikasi keragaman flora dan fauna di Indonesia.
Dengan mengamati
video siswa dapat mendeskripsikan pengelompokan flora dan fauna di
Indonesia
Setelah
mengamati video siswa dapat menyebutkan contoh-contoh hewan berdasarkan
kelompok persebaran flora dan fauna di Indonesia
Dengan mengamati
video, siswa dapat mengidentifikasi perilaku yang sesuai dan tidak sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila dengan peduli.
Sebelum belajar lebih lanjut mengenai
keaneka ragaman flora dan fauan di Indonesia, yuk kita saksikan dahulu, video
berikut ini!
Itulah beberapa contoh flora dan fauna di Indonesia.
Indonesia memiliki sekitar 8.000 spesies tumbuhan dan 2.215 spesies
hewan yang sudah teridentifikasi. Spesies hewan sangat hewan juga sangat
beragam. Tidak kurang dari 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121
kupu-kupu, hidup di wilayah negeri kita ini. Besarnya keanekaragaman hayati
Indonesia terkait erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah.
Beberapa faktor yang menyebabkan kekayaan hayati
di Indonesia adalah:
Letak Indonesia yang berada di sekitar katulistiwa, sehingga memiliki iklim
tropis. Di daerah tropis, matahari bersinar sepanjang tahun.
Curah hujan di Indonesia juga tinggi
Tanah di Indonesia subur karena banyak gunung berapi.
Faktor-faktor tersebut menyebabkan
aneka tumbuhan dapat tumbuh dengan subur. Banyaknya tumbuhan sebagai makanan,
mendukung perkembangan populasi aneka hewan.
Mari kita pelajari keanekaragaman hayati di indonesia!
Perhatikan peta di bawah ini!
Dapat kalian lihat kalau laut yang berada diantara
pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga ke benua Asia berwarna lebih terang
dibandingkan laut di sekitar pulau Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara,
sedangkan laut yang membatasi pulau Papua dengan Benua Australia, kembali
berwarna terang. Semakin terang warna laut pada peta menunjukkan bahwa laut
tersebut semakin dangkal.
Para ahli geologi berpendapat, bahwa dahulu
pulau-pulau di wilayah barat Indonesia merupakan bagian dari benua Asia,
sedangkan Pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya adalah bagian dari
benua Australia. Salah satu buktinya, Flora dan fauna di pulau Sumatera, Jawa
dan Kalimantan serupa dengan flora dan dan fauna benua Asia, sedangkan flora dan
dan fauna di pulau Papua, serupa dengan flora dan dan fauna di benua Australia.
Pada abad ke-19, Alfred Russel Wallace mengusulkan
ide tentang Garis Wallace, garis imajiner yang membagi kekayaan hayati
Indonesia ke dalam dua daerah. Garis tersebut ditarik melalui kepulauan Melayu,
di antara Kalimantan (Borneo) dan Sulawesi (Celebes) dan di antara Bali dan
Lombok.
Seorang peneliti lain, yang berkebangsaan Jerman
bernama Weber, berdasarkan penelitiannya, menetapkan batas penyebaran hewan
dari Australia ke Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis
Weber.
Daerah di sebelah barat garis Wallace dataran
Sunda. Flora dan faunanya disebut flora dan fauna Asiatis, karena ciri-cirinya
sama dengan fauna di benua Asia. Dataran di sebelah timur garis Webber disebut
dataran Sahul. Flora dan faunanya disebut fauna Australis, sedangkan fauna
diantara garis Wallace dan garis Weber disebut fauna peralihan.
Flora dan Fauna Asiatis
•Fauna Asiatis disebut juga
fauna dataran sunda.
•Penyebaran Fauna Asiatis
terdapat sebelah barat yang meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali.
Ciri Fauna Asiatis:
•Binatang menyusui besar-besar
•Terdapat bermacam-macam jenis
kera
•Jenis ikan air tawar banyak
•Jenis burung berwarna tidak
banyak.
Contoh fauna Asiatis: harimau, gajah, badak, tapir, orang
utan, bekantan, burung rangkong, burung jalak,banteng, pesut mahakam, dll
Ciri Flora Asiatis
•Flora berupa tumbuhan hutan
tropis dengan jenis meranti, kamper, keruing dan juga mahoni
•Berukuran besar
•Berdaun lebat
Contoh flora Asiatis: kamper,
kruing, mahoni, anggrek, bunga raflesia, dll
Flora dan Fauna Australis
Fauna Australia menempati wilayah Indonesia bagian
Timur seperti Kepulauan di Papua dan Maluku.
Ciri Fauna Australis:
•Binatang menyusui kecil-kecil
•Terdapat banyak jenis hewan
berkantung
•Tidak terdapat jenis kera
•Jenis ikan air tawar sedikit
•Terdapat banyak jenis burung
berwarna.
Contoh flora Australis: kanguru
tanah, kanguru pohon, dingiso, burung cendrawasih, burung kasuari, Burung
Vogelkop, dll
Ciri Flora Australis
•Flora hutan topis dengan
tumbuhan berbeda seperti nipah, sagu, dan merbau .
•Tumbuhannya berdaun paralel .
•Tanamannya mempunyai daun
yang panjang.
Contoh flora Australis: matoa,
cendana, buah merah, Rabon bi, bintangur, tumbuhan sarang semut, dll
FLORA DAN FAUNA PERALIHAN
Fauna tipe peralihan menempati wilayah kepulauan
Sulawesi, Nusa Tenggara, dan beberapa pulau kecil di perairan laut dalam. Dari segi jenis dan jumlah, boleh jadi fauna tipe
ini tidak sebanyak fauna tipe Asia maupun Australia. Namun, di kawasan ini
terdapat beberapa fauna tipe Asia dan Australia, serta terdapat pula fauna yang
tidak terdapat di kawasan lain di dunia.
Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya- Refleksi Diri
3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
REFLEKSI DIRI
Selain perannya sebagai pemimpin pembelajaran, guru juga merupakan pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki sekolah. Oleh karena itu, seorang guru juga harus mampu memetakan aset atau modal yang dimiliki sekolah, untuk kemudian mengelolanya sedemikian rupa untuk pencapaian tujuan pendidikan agar mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin. Dalam pengelolaan aset sekolah, salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking). Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.
Hasil analisis terhadap 7 kelompok modal menurut Green dan Haines di SDN 2 Banaran menunjukkan, modal yang sudah dikelola dengan baik adalah modal finansial, sedangkan modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal politik, modal lingkungan/ alam, maupun modal agama/ budaya meskipun belum optimal, bukan berarti modal-modal tersebut tidak dimiliki atau sama sekali belum dikelola. Keenam modal tersebut sudah dikelola hanya pengelolaanya belum optimal.
Hal-hal unik dan menarik yang menjadikan SDN 2 Banaran lain dari yang lain antara lain adalah potensi dalam bidang kriya anyam. Telah lebih dari satu kali siswa SDN 2 Banaran mewakili kabupaten Temnggung dalam lomba kriya anyam tingkat provinsi. Selain itu, nama SDN 2 Banaran juga cukup harup dalam bidang pramuka di tingkat kecamatan Gemawang. Selain tidak pernah basen dari 6 besar, kami juga pernah mewakili kecamatan hingga ke tingkat kabupaten. Keunikan lain adalah dukungan komite dan orang tua terhadap program sekolah. Dalam beberapa kegiatan orang tua dan komite, tidak segan untuk turut bergotong-royong demi suksesnya kegiatan yang dilaksanakan sekolah. Keunikan-keunikan tersebut juga merupakan merupakan modal dalam upaya peningkatan kulitas sekolah.
Mempelajari Modul 3.2 dalam Pendidikan Guru Penggerak memberi saya pencerahan mengenai pengelolaan modal/aset sekolah. Jika sebelumnya dalam pengeloaan modal kami lebih banyak melakukan pendekatan berbasis masalah. Melalui modul tersebut, kami mendapatkan wawasan mengenai konsep yang bertolak belakang. Hal tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran paradigma dalam diri saya. Saya mulai berfikir, demi peningkatan kualitas sekolah pada umumnya dan peningkatan layanan terhadap perserta didik, akan lebih memberi manfaat jika seluruh komponen sekolah memfokuskan diri pada potensi-potensi yang sudah dimiliki. Bertolak dari hal tersebut kemudian potensi-potensi yang ada semakin dikembangkan sehingga pada gilirannya dapat menutupi kekurangan yang ada, dan memberi dampak yang positif bagi sekolah sebagai sebuah komunitas.
Dibandingkan dengan dengan pemikiran saya sebelumnya yang lebih banyak melakukan pendekatan berbasis masalah, saya yakin pendekatan berbasis aset dapat membawa energi positif bagi organisasi. Jika sebelumnya dalam rapat-rrapat lebih banyak dibahas masalah-masalah yang melelahkan bagi jika, dengan pendekatan berbasis aset apa yang dibahas adalah kelebihan dan hal-hal positif yang akan menimbulkan semangat untuk “berbuat lebih” bagi kemajuan diri dan organisasi.